(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Yesus Memilih dan Mengutus 12 rasul sesuai dengan kehendak-Nya.

Posted at 19 Januari, 2018 by Justinus on category Renungan
translation services

Yesus memilih dan mengutus 12 rasul sesuai dengan kehendak-Nya. Mereka akan selalu bbeserta di dalam perjalanan serta mendengarkan ajaran-Nya. Yesus menetapkan 12 rsul untuk menyertai-Nya dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil. Mereka juga diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. Kedua belas yang dipilih-Nya itu adalah Simon Petrus, Yakobus, Yohanes, Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Thomas, Yakobus anak Alfeus, Simon orang Zelot, Yudas Tadeus, dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus.

Para rasul ini adalah saksi-saksi Yesus, ketika mereka hidup bersama-Nya. Oleh karena itu pula, dalam iman katolik kita mengenal Tradisi Suci sebagai salah satu sumber iman katholik. Tradisi Suci sebagai sumber iman adalah warisan para rasul yang tahu persis dan mengenal Yesus dengan baik. Yesus menetapkan sebagai rasul dari berbagai latar belakang. Namun mereka pada umumnya adalah orang-orang yang sederhana, bukan berlatar belakang penidikan akademis. Tentu Yesus mempunyai alasan tersendiri mengapa Ia memilih mereka dengan latar belakang orang-orang sederhana.

Injil Markus (Mrk 3:13-19) hari ini mengisahkan tentang pemilihan ke 12 rasul Yesus yang akan menjadi penerus ajaran-Nya. Baik ajaran Yesus maupun para para rasul itu saat ini diteruskan oleh Gereja-Nya yang tersebar di seluruh dunia. Dan kepemimpinan Simon Petrus pun saat ini masih diteruskan oleh Paus sebagai pemimpin Gereja-Nya yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Keempat sifat Gereja ini merupakan warisan para rasul yang menjadi saksi-saksi Kristus. Oleh karena itu Tradisi Suci sebagai sumber iman mengikat semua orang beriman untuk berpegang pada sumber iman itu. Sebagai orang Katolik, Gereja menyediakan tiga sumber iman yakni Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium. Ketiganya merupakan tiga pilar sumber iman umat beriman. Tentu saja ketiga sumber iman itu merupakan sebuah kekayaan Gereja. Karena begitu kayanya, sehingga banyak orang melupkannya atau karena perasaan itu, sehingga akhirnya tidak mengenal sumber kekayaan itu.

Oleh karena itu, Gereja selalu berdiri tegak di atas iman para rasul, karena berkat kesaksian para rasul yang kemudian diteruskan oleh para Bapa Gereja, maka Gereja melestarikannya hingga saat ini.

Dalam penetapannya sebagai rasul-rasul, Yesus juga memberi kuasa mengajar dan kuasa untuk mengusir roh-roh jahat. Oleh karena itu sebagai orang beriman, kuasa itu juga melekat pada orang beriman untuk mengusir roh-roh jahat. Kuasa itu diberikan sewaktu kita dibaptis. Namun demikian sifat pengusiran orang beriman melalui doa-doa kita yang dikenal sebagai ‘deliverance’ (doa pembebasan). Sementara eksorsisme hanya dilakukan oleh bapa Uskup atau oleh tertahbis yang ditunjuk oleh uskup dalam pelaksanaan eksorsisme publika.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘ Yesus memilih dan mengutus 12 rasul sesuai kehendak-Nya’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1