(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Berbuat baik atau berbuat jahat pada hari Sabat?

Posted at 17 Januari, 2018 by Justinus on category Renungan
translation services

Ada pertanyaan besar’ berbuat baik atau berbuat jahat pada hari Sabat? Pertanyaan ini disampaikan oleh Yesus kepada para musuh-Nya yang selalu gentayangan mengikuti Yesus sekiranya Yesus membuat kesalahan pada hari Sabat. Ke mana Yesus pergi, mereka terus mengikuti serta mendengarkan ajaran Yesus. Walau mereka mendengarkan ajaran-Nya, namun hati mereka sudah tertutup terhadap kebenaran yang disampaikan oleh Yesus. Mereka sebagai polisi hukum Taurat terus mencari kesalahan orang lain yang dilakukannya pada hari Sabat. Hari itu, akhirnya mereka berkumpul kembali, ketika Yesus menyembuhkan seorang yang mati sebelah tangannya pada hari Sabat. Yesus mengetahui hati busuk mereka, maka Yesus pun dengan kuasa-Nya berkata kepada si penderita, kata-Nya: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan orang atau membunuhnya?“. Ini Firman Tuhan yang cukup keras kepada para musuh-Nya. Mereka dihadapkan kepada nilai moral pada suatu aturan hukum Taurat.

Injil Markus (Mrk 3:1-6) hari ini menegaskan bahwa suatu moralitas itu harus dilakukan di mana saja, kapan saja, karena nilai moral mau mengajarkan suatu perbuatan baik atau perbuatan jahat harus dikerjakan pada saat berbenturan dengan hukum Taurat. Orang Yahudi yang diwakili orang Farisi dan ahli Taurat adalah penjaga hukum Taurat agar hukum ini tidak dicemarkan oleh siapa pun. Ketika mereka menyaksikan Yesus menyembuhkan orang sakit lumpuh setengah tangannya pada hari Sabat, maka ini dianggap suatu kesempatan untuk menyalahkan Yesus karena menyembuhkan seorang yang sakit pada hari Sabat.

Tentu saja Yesus menolak pandangan mereka tentang pemahaman tentang hari Sabat seolah tidak boleh berbuat apa-apa pada hari itu. Bagi Yesus setiap hari termasuk hari Sabat adalah hari baik, artinya tidak ada larangan untuk menjalankan perbuatan baik pada hari-hari yang dikuduskan sekalipun. Perbuatan baik dapat dilakukan kapan saja, di mana tanpa ada pembatasan.

Yesus adalah penyempurna hukum Taurat, maka Yesus pun menegaskan kembali bahwa Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat. Dengan Firman ini, Yesus ingin agar semua orang membuka mata hatinya bahwa Yesus adalah Tuhan atas hari Sabat. Artinya Yesus mau menapsirkan semua perbuatan baik yang dapat dikerjakan di mana saja, kapan saja. Dengan kata lain, Yesus menjadi penyempurna hukum Taurat, karena hukum Taurat diciptakan oleh Allah melalui Musa supaya umat Israel makin bakti kepada Allah Israel. Namun demikian, Yesus sebagai penyempurna hukum Taurat sekaligus Tuhan atas hari Sabat, maka kita harus pula mengikuti ajaran Yesus tentang hari Sabat.

Oleh karena itu, Injil Markus mempertegas akan kuasa Yesus atas seluruh kehidupan di dunia. Kita telah dipanggil dan telah dipilih untuk menjadi pengikut-Nya, maka kita pun harus mau berubah diri kita agar hidup bakti kita kepada Tuhan makin diberkati.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang’berbuat baik atau berbuat jahat pada hari Sabat’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1