(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.

Posted at 16 Januari, 2018 by Justinus on category Renungan
translation services

Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat memberikan suatu gambaran yang jelas bahwa Yesus itu sungguh Allah dan sungguh Manusia. Kemanusiaan Yesus sangat berbeda sekali dengan kemanusiaan kita pada umumnya. Kehadiran Yesus di tengah manusia membawa pesan baru bahwa Kerajaan Allah sudah datang. Ia datang ke dunia membawa warta keselamatan yang sangat jelas, siapa saja yang datang kepada-Nya dan percaya kepada-Nya bahwa Ia sungguh Mesias Utusan Allah maka orang itu akan memperoleh keselamatan kekal.

Injil Markus (Mark 2:23-28) hari ini menengaskan kepada para pembacanya bahwa Yesus yang selalu dihina oleh orang Farisi dan ahli Taurat itu adalah Tuhan yang mempunyai kuasa atas kehidupan di dunia ini. Hari ini Injil Markus menegaskan bahwa Yesus adalah Tuhan atas hari Sabat. Hal ini bermakna pula betapa Yesus yang dihina dan diolok oleh banyak orang itu adalah Yang Kudus dari Allah. Kesaksian Yohanes Pembaptis siapakah sosok Yesus itu dan juga kesaksian si roh-roh jahat bahwa Yesus itu adalah Yang Kudus dari Allah makin memperjelas bahwa Yesus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia.

Namun banyak orang termasuk orang Farisi dan ahli Taurat tertutup hatinya. Mereka masih tidak bisa melihat Terang yang sudah bersinar. Hatinya tertutup oleh dosa-dosa kebencian, iri hati, kesombongan, dan sumber-sumber dosa lain sehingga rahmat Tuhan tidak menyentuh hati mereka.

Hanya dengan keterbukaan hati dan kerendahan hati, sinar kasih Allah menyala di hati mereka. Inilah salah satu cara yang mudah untuk mengenal Yesus sebagai Yang Kudus dari Allah. Ada banyak sekali bukti-bukti tertulis di dalam Kitab Suci bahwa Yesus itu sungguh Allah dan sungguh manusia.

Ketika Yesus berbicara dengan orang Farisi tentang hari yang dikuduskan Tuhan yakni Sabat, maka Yesus pun memberikan penjelasan bahwa hari Sabat itu dibuat agar manusia mau menguduskan hari Tuhan. Namun itu bukan berarti bahwa pada hari itu lantas tidak boleh berbuat apa-apa tentang kebaikan atau belas kasih. Oleh karena itu Yesus memberikan gambaran yang jelas tentang Daud dan para pengikutnya makan roti yang dipersembahkan di dalam Bait Allah yang biasanya itu hanya boleh dimakan oleh para petugas Bait Allah. Oleh karena itu wajarlah kalau Yesus menyatakan bahwa Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat, dan bukan sebaliknya ‘manusia untuk hari Sabat’. Firman Tuhan ini betapa kuasanya bahwa Yesus berkuasa atas seluruh alam semesta ini, dan tiada orang lain.

Sabda Yesus yang penuh kuasa ini seharusnya makin menggerakkan hati kita dalam hidup bakti kita kepada-Nya. Karena hanya Dialah yang menjadi Penyelamat kita semua.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1