(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Mengenali kehadiran iblis.

Posted at 11 Januari, 2018 by Justinus on category Uncategorized
translation services

Mengenali kehadiran iblis membutuhkan pemahaman tentang dicretio atau discernment. Ini adalah sarana yang diberikan untuk dapat membedakan antara suara roh jahat (iblis), dan Roh Kudus atau Roh Allah sendiri. Oleh karena Paus Fransiskus mengatakan sama seperti pengaruh Roh Kudus dikenali ketika seseorang melakukan tindakan amal, orang Kristen juga harus mengenali kehadiran iblis saat adanya intimidasi, kata Paus Fransiskus.

“Ketika kita menyadari bahwa kita memiliki keinginan untuk menyerang seseorang karena mereka lemah, kita tidak ragu lagi bahwa itu adalah iblis. Karena menyerang yang lemah adalah karya setan,” kata paus dalam homilinya pada 8 Januari saat misa pagi di Domus Sanctae Marthae.

“Saya bertanya pada diri sendiri: Apa yang ada di dalam orang-orang ini? Apa yang ada di dalam diri kita yang mendorong kita untuk mengejek dan menganiaya orang lain yang lebih lemah dari kita?” tanya paus seperti dikutip Catholic News Service.

“Bisa dimengerti bila seseorang membenci seseorang yang lebih kuat dari mereka, mungkin karena rasa iri … tapi terhadap yang lemah? Apa yang membuat kita melakukan itu? Ini menjadi kebiasaan, seolah-olah saya perlu menertawakan orang lain untuk merasa percaya diri, seolah-olah itu suatu kebutuhan, “kata paus.

Paus Fransiskus bercerita bahwa sewaktu dia kecil ada seorang wanita bernama Angelina di lingkungannya dan dia terus diejek oleh orang lain, terutama anak-anak, karena mengalami sakit mental.

Saat orang-orang dengan murah hati memberinya makanan dan pakaian, anak-anak setempat akan mengolok-olok wanita tersebut dan berkata, “Mari kita cari Angelina dan bersenang-senang,” kata paus.

“Hari ini kita melihat terus-menerus di sekolah kita fenomena bullying, menyerang yang lemah entah karena gemuk atau asing atau karena berkulit hitam,” katanya.

“Ini berarti ada sesuatu di dalam diri kita yang membuat kita bertindak agresif terhadap yang lemah.”

Meskipun psikolog mungkin memberikan alasan yang berbeda mengapa beberapa orang cenderung mem-bully orang-orang yang lemah, Paus Fransiskus mengatakan bahwa dia percaya itu adalah “konsekuensi dari dosa asal” dan karya setan yang “tidak memiliki belas kasihan.” (Sumber: ucanews)







UA-43404914-1