(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Yesus Mesias sebagai kehendak Tuhan.

Posted at 8 Januari, 2018 by Justinus on category Renungan
translation services

Yesus Mesias sebagai kehendak Tuhan sebuah ketentuan dari Allah sendiri. Banyak orang berbicara tentang Allah, memuji serta memuliakan Nama-Nya yang kudus, tetapi mereka tidak secara jelas bagaimana gambaran Allah yang kita kasihi itu. Memahami Allah yang mahakuasa bukan sebagai hasil pikiran manusia. Allah yang kita tahu adalah Allah yang adikorati, sehingga hal itu tak mungkin dibatasi oleh pikiran manusia.

Nabi Yesaya hari ini juga mengatakan:” Dengarkanlah Aku, maka kamu akan mendapat makanan yang baik, dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat…”. Ada begitu banyak nubuatan para nabi tentang sosok Yesus dari Nazareth, dan yang terakhir melalui Yohanes Pembaptis.

Ketika Yohanes memperkenalkan Yesus sewaktu Yesus dibaptis Yohanes di sungai Yordan, maka terbukalah bagi manusia untuk melihat Allah dalam Diri Yesus Kristus. Kesaksian Yohanes tentang Yesus menjadi nyata ketika terdengarlah suara dari langit:” Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan”. Yesus adalah sosok manusia yang berkenan bagi Allah. Tidak ada sosok lain di dunia yang telah dipilih oleh Allah, di mana Ia sangat berkenan kepada Allah.
Dialah satu-satunya Sosok Manusia yang sungguh bekenan di hati Allah.

Oleh karena itu, benarlah apa yang disampaikan oleh Santo Paulus kepada jemaat di Kolose:” Yesus itu adalah gambar Allah yang tidak kelihata. Dialah yang tersulung di antara segala ciptaan” (Kol1:15). Ini bukan mencocok-cocokan, tapi bagaimana Allah itu sudah membuat ketentuan bahwa Yesus Putera-Nya sangat berkenan di hati Bapa-Nya.

Kita mengerti bahwa orang sulit memahami bahwa Yesus itu sungguh Allah dan sungguh manusia, sehingga banyak orang menolak pemahaman itu. Namun itu semua dibiarkan oleh Allah. Manusia telah diberi kehendak bebas untuk menentukan pilihan hidupnya. Dengan kehendak bebas pula manusia menolak atau menerima Yesus sebagai sumber keselamatan. Menerima berarti ia selamat, dan apabila menolak, ia akan dihukum. Namun karena Allah itu Allah yang rahim dan penuh pengampunan, ia akan diampuni jikalau bertobat. Tetapi jika sepanjang hidupnya sampai akhir hayatnya tetap menolak, maka bukan keselamatan yang akan diterima tetapi kebinasaan.

Kesaksian Yohanes Pembaptis hari ini bagaimana ia telah menjadi saksi hidup tentang Yesus Anak Allah yang berkenan di hati Allah, dan kita semua diundang untuk mendengarkan Firman-Ny serta melaksanakan-Nya, agar kita semua berkenan di hati Tuhan.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang “Yesus Mesias sebagai kehendak Tuhan’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1