(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Yesus sebagai Anak Domba Allah.

Posted at 3 Januari, 2018 by Justinus on category Renungan
translation services

Ketika Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan, ia melihat Yesus, lalu katanya:” Lihatlah Anak Domba Allah’ yang menghapus dosa dunia”. Kemudian Yohanes meneruskan katanya:” Sesudah aku akan datang soerang yang telah mendahului aku. Aku sendiri mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel”. Ini semua tertulis di dalam Injil Yohanes (Yoh 1:29-34) yang dibacakan di seluruh Gereja universal di seluruh dunia.

Sebagaimana dikisahkan dalam Injil Yohanes hari ini bahwa semua Yohanes itu tidak mengenal Yesus. Namun setalah ia melihat apa yang dikerjakan serta melihat tanda-tanda yang menyertai-Nya, maka Yohanes memberikan kesaksian bahwa Yesus adalah Anak Allah. Selain sebagai Anak Allah, Yohanes pun memberikan nama baru sebagai Anak Domba Allah. Mungkin Yohanes sendiri tidak sadar apa yang dikatakannya, tapi karena Roh Kudus maka kata-kata itu keluar dari mulut Yohanes. Kuasa Allah berbicara melalui mulut Yohanes tentang kesaksian ini.

Dikatakan bahwa Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Peran yang mau disampaikan Yohanes betapa Yesus itu mau mengurbankan Diri-Nya demi keselamatan dunia. Ketika ditangkap oleh para algojo Romawi karena persekongkolan oleh orang Farisi dan ahli Taurat, Ia tidak berteriak. Dengan tenang Ia menerima ini apa adanya. Yesus sudah melihat apa yang akan terjadi. Ia tidak mengembik ibarat anak domba. Ia tidak menyesali apa yang dikerjakan dan tidak mohon maaf kepada hakim Pontius Pilatus, tatapi semuanya diterima dengan sabar dan tenang, walau kemudian Ia mengalami sengsara dan penderitaan di luar batas manusia. Bahkan Ia menerima pukulan cambuk sejumlah 5480 pukulan sebagaimana dikisahkan oleh Santa Brigitta dari Swedia dalam penglilahatannya kepada Yesus. Namun Ia menjalankan misi Bapa-Nya agar semuanya terjadi dan berjalan sesuai dengan kehendak Bapa-Nya.

Sebagai saksi, Yohanes Pembaptis yang dikenal sebagai nabi terakhir, menubuatkan betapa Yesus secara duniawi lebih tua dari pada Yohanes Pembaptis, tapi ia menyatakan bahwa Yesus ini ada sebelum dia ada. Artinya Yohanes bersaksi bahwa Yesus itu sungguh Allah dan sungguh manusia yang dapat kita lihat dan raba secara visual. Namun kini Ia telah kembali ke asalnya yakni di dalam Surga. Ia akan memperlihatkan Diri-Nya hanya pada orang-orang yang berkenan. Ia tidak akan terlihat seperti zaman Yohanes Pembaptis atau jaman para rasul. Namun demikian sekarang ini Ia tetap hadir di dalam Gereja-Nya yang satu, kudus, katolik dan apostolik dan harus disembah dalam Roh dan Kebenaran. Karena barangsiapa hidup di dalam kebenaran, maka ia lahir dari pada-Nya (1 Yoh 2_29-3:6). Dan penyertaan Yesus kepada Gereja-Nya sepanjang masa.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘ Yesus sebagai Anak Domba Allahh’, Tuhan meberkati.-***




3 responses for Yesus sebagai Anak Domba Allah.

  1. ANDI SURYONO berkata:

    Semula saya tidak mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat Dunia. Sebagai muslim waktu itu sungguh saya tidak mengerti mengapa begitu ingin mengenalnya lebih mendalam tentang Dia. Hal itu terjadi sebenarnya bertahun-tahun setelah saya mengenal pemberitaan sabda di SMP tempat saya belajar. Rupanya itu yang saya alami sebagai panggilan hidup Kristiani. Sungguh anugerah yang sangat besar karena Tuhan membuka pikiran dan hati kepada sabda kasih cintanya akan jalan kehidupanNya. Rupanya memang tidak mudah dipahami dan dimengerti jalan panggilanNya. Namun aku telah bertekad untuk mengikuti saja ajakanNya, sebab aku percaya semuanya akan aku mengerti sembari waktu terus berjalan. Terima kasih Yesus Tuhanku, karena Engkau telah menebusku, sekali pun aku bukanlah apa-apa tetapi Engkau mencintai sepanjang hayatku.. hingga kini.

    • Justinus berkata:

      Yth Andi Suryono,
      Benar apa yang Anda sampaikan. Terkadang sulit untuk mengerti undangan Tuhan, karena sangat tersamar, seperti Tuhan itu sendiri tersamar. Tetapi melalui panggilan hati serta kerendahan hati, Tuhan akan membuka hati kita. Dan untuk hidup bersama Yesus banyak tantangannya. Tapi hidup orang benar, akan diberkati oleh Tuhan.

      Terimakasih sudah mampi di Kuasa Doa.

      Salam,

      Redaksi Kuasa Doa.

    • Justinus berkata:

      Mas Andi,

      Kita tidak pernah tahu cara Tuhan memanggil anak-anak-Nya. Kita hanya dituntut membuka hati dengan kerendahan hati. Dengan kerendahan hati itulah, Tuah bekerja. Tuhan tidak akan bekerja pada orang-orang sombong, karena pada dasarnya kesombonga itu dapat menjadi jerat kita berbuat dosa. Semoga Anda terus mengikuti Dia dengan tekun, sabar, dan rendah hati. Karena dengan kerendahan hati itulah, Tuhan mau berkarya kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.

      Teruslah bertekun dalam doa, Tuhan menyertaimu,

      Salam,

      Redaksi.




UA-43404914-1