(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Yohanes Pembaptis adalah saksi hidup tentang Yesus.

Posted at 2 Januari, 2018 by Justinus on category Renungan
translation services

Yohanes Pembaptis adalah saksi hidup tentang Yesus dan ini adalah kebenaran, dan bukan saksi paalsu. Injil Yohanes (Yoh 1:19-28) hari ini menulis betapa Yohanes Pembaptis telah menjadi saksi hidup tentang siapakah sosok Yesus. Banyak orang menolak Kristus, karena Ia hanya sebatas Utusan Allah, paling banter sebagai nabi saja. Ia bukan Allah atau pun Tuhan. Hari ini kembali Gereja menegaskan bahwa Kristus yang kelahiran-Nya barus saja diperingati pada perayaan Natal, bahwa Ia sungguh Allah dan sungguh manusia. Mungkin secara logika (nalar) tidak mungkin, bagaimana Allah memperanakan seorang Putera, sementara ibu-Nya tidak ada. Inilah pikiran manusia yang membatasi pemahaman Allah itu sebatas pikiran manusia. Pada hal Allah yang tidak terlihat dan penuh kuasa, bisa menjadi apa saja. Tapi Allah yang tidak kelihatan itu nyata dalam diri Yesus Kristus. Ada begitu banyak ayat di dalam Kitab Suci yang mencermin bahwa Yesus itu sungguh Allah dan sungguh manusia.

Tentang hal ini. Santo Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Kolose (Kol 1:15) menggambaarkan Allah itu nyata dalam Yesus Kristus. Katanya:” Yesus itu gambar Allah yang tidak kelihatan. Dialah yang tersulung di dalam ciptaan”. Dari Firman ini Santo Paulus mempertajam pikiran kita bahwa kehadiran Yesus yang pendek di dunia ini merupakan kehadiran Allah di tengah umat-Nya. Namun Ia ditolak oleh umat-Nya sendiri, dan menyalibkan-Nya di kayu salib hina. Dia lah Allah yang sangat dimuliakan itu, tapi direndahkan oleh manusia ke dalam tahap yang paling hina. Namun semuanya dijalani-Nya dengan penuh kasih, karena pada dasarnya tujuan-Nya hadir di dunia adalah untuk menyelamatkan umat manusia. Namun kini Kristus yang ditolak dan dibunuh dengan cara di salib itu, telah kembali ke surga di mana Ia berasal. Di tempat ini, Ia menyiapkan tempat bagi kita yang mempercayai-Nya.

Di dunia yang kini dimanjakan oleh kesuksesan teknologi dan ilmu pengetahuan, Allah itu nampaknya makin dijauhkan. Banyak orang saat ini lebih gandrung dengan teknologi dan ilmu pengetahuan yang memanjakan umat manusia. Karena manusia sangat sibuk dengan teknologi dan ilmu pengetahuan ini, Tuhan makin tidak dikenal. Mereka sudah melupakan anugerah dari Allah dalam rupa kepintaran.

Santo Yohanes Penginjil hari ini juga menulis bahwa barangsiapa menyangkal Bapa mau pun Anak, dia itu antikristus. Sebab barangsiapa menyangkal Anaak, ia juga tidak memiliki Bapa. Dan barangsiapa mengakui Anak, ia juga memiliki Bapa” (1 Yoh 2:22-28).

Oleh karena itu, apa yang disampaikan Yohanes tentang Yesus yang telah ada sebelum Dirinya adalah benar, bukan palsu. Yohanes sendiri dengan rendah hati mengakui bahwa dirinya bukan apa-apa. Walau ia membaptis, tapi baptisannya dengan air dan bukan baptisan Roh Kudus.

Tentang pertanyaan banyak orang mengenai dirinya, ia hanya mengatakan:” Akulah suara orang yang bersru-seru di padang gurun. Luruskanlah jalan Tuhan sreperti telah dikatakan oleh nabi Yesaya”.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘kesaksin Yohanes Pembaptis tentang Yesus’, Tuhan memberkati.-







UA-43404914-1