(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Kristus Cahaya Para Bangsa.

Posted at 29 Desember, 2017 by Justinus on category Renungan
translation services

Injil Lukas (Luk 2:22-35) hari ini menegaskan bahwa ‘Kristus Cahaya Para Bangsa’ itu telah lahir di dunia. Kehadiran-Nya di dunia tidak hanya untuk bangsa Israel tetapi juga untuk bangsa-bangsa di dunia. Hal ini telah dinubuatkan oleh Simeon seorang yang saleh hidupnya. Ia selalu berada di dalam Bait Allah dan sangat rindu akan kehadiran dan ingin melihat wajah Allah.

Ketika Yesus genap waktu pentahiran menurut hukum Taurat, maka kedua orang tuanya yakni Maria dan Yusup membawa Anak-nya ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan. Hukum Taurat menetapkan bahwa “semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah’. Demikianlah kanak-kanak Yesus juga harus dipersembahkan di dalam Bait Allah.’.

Kita Simeon orang saleh hidupnya melihat kanak-kanak Yesus, ia pun menyongsong-Nya dan menubuatkan, katanya: Sekarang Tuhan, biarkanlah hambamu ini pergi dalam damai sejahtera sesuai dengan Firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi pernyataan bangsa-bangsalain dan menjadi kemulian bagi umat-Mu, Israel. Mendengarkan nubuat Simeon, maka heranlah Maria dan Yusup itu. Simeon pun juga mengatakan kepada Maria, katanya:

Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang Israell dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang”.

Nubuatan Simeon hingga saat ini menjadi nyata bagi kita dan benar. Sampai saat ini Nama Yesus terus menjadi perbantahan bagi bangsa-bangsa, dan menjadi terang bagi banyak orang. Namun demikian tidak sedikit menolak-Nya hingga saat ini. Tentu saja perbantahan itu tidak hanya terjadi saat itu, tetapi zaman sekarang dan yang akan datang.

Santo Yohanes rasul sekaligus penginjil hari ini juga menyatakan bahwa Yesus adalah sumber terang, dan siapa saja yang datang kepada-Nya tidak tinggal di dalam kegelapan, tetapi akan hidup bersama-Nya dalam terang Ilahi.

Oleh karena itu, marilah kita terus datang kepada-Nya agar terus memperoleh terang, karena pada pada dasarnya Ia tidak menciptakan kegelapan. Oleh karena itu, Yohanes juga menyatakan bahwa siapa saja mencintai Tuhan, tetapi membenci sesamanya, ia masih tinggal di dalam kegelapan. Tentu ini dapat menjadi permenungan kita semua bahwa Allah itu adalah sumber kasih, dan sebagai sumber kasih, maka Allah juga hadir pada sesama kita. Jadi, siapa saja mencinta Allah, tetapi membenci sesamanya, maka ia adalah pendusta. Tentang hal ini banyak kita jumpai di dalam kehidupan ini di mana banyak orang selalu mengaku mengagungkan Nama Allah, tetapi ia tetap membenci sesamanya yang tidak seiman, nah orang itu sebenarnya masih tinggal di dalam kegelapan dan sekaligus ia adalah pendusta.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘Kristus cahaya para bangsa’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1