(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Para martir kecil menjadi saksi kekejaman dunia.

Posted at 28 Desember, 2017 by Justinus on category Renungan
translation services

Hari ini Gereja memperingati ‘para martir kecil menjadi saksi kekejaman dunia’, menggambarkan betapa dunia ini memang jahat. Gambaran raja Herodes yang memerintahkan agar semua anak laki-laki di Betlehem dan sekitarnya dibunuh, betapa jahatnya dunia ini. Herodes adalah simbul raja dunia yang bisa berbuat apa saja karena punya kuasa. Tapi sebenarnya sebelum kita beranjak lebih jauh, sebenarnya pangkal masalahnya antara lain ada adalah sombong, iri dan benci. Sombong, iri dan benci ini adalah sumber kejahatan yang luar biasa. Raja Herodes bertindak demikian karena ia merasa ditipu oleh tiga orang Majus yang berkunjung kepada kanak-kanak Yesus yang dinubuatkan sebagai Juru Selamat dunia. Dari sini timbul iri? Mengapa” Karena ketiga orang Majus itu telah bertemu dengan Mesias sebagaimana dinubuatkan oleh para nabi. Herodes sebagai penguasa di Yudea kok malah tidak tahu tentang kelahiran Bayi ajaib. Pikirannya goyah. Jangan-jangan dengan kehadiran Raja Damai ini, kekuasaannya akan hilang. Apalagi setelah tiga orang majus itu tidak lagi memberitahu di mana kelahiran Raja Damai itu berada. Selain rasa jengkel, iri hati, dan kesombongan sebagai raja, maka marahlah ia. Ia memerintahkan anak buahnya untuk membunuh setiap anak laki di bawah usia 2 tahun. Maka saat itu terjadilah pembunuhan anak-anak laki yang tidak berdosa oleh raja Herodes yang lalim dan pongah itu. Nabi Yeremia pun telah bernubuat dengan mengatakan:

” Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat memilukan. Rahel menangisi anak-anak-nya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi”

Ketika raja Herodes meluapkan kemarahannya dengan membunuh anak-anak laki-laki, maka Yesus pun diungsikan ke Mesir bersama kedua orang tuanya. Mereka akan tinggal di Mesir, sampai saatnya Allah memanggil kembali dan tinggal di Nazareth.

Injil Matius (Mat 2:13-18) hari ini mewartakan banyak hal, antara lain bahwa iri hati, benci dan kesombongan sabgaimana yang dipertontonkan oleh raja Herodes dapat mengoyak kedamaian dunia. Saat ini terjadi peperangan di mana-mana, maka kalau kita telurusi bermula dari salah satu 7 dosa pokok manusia (iri hati, benci, marah, sombong, tamak, malas dan napsu seksual). Coba telusuri seluruh kejahatan besar di dunia ini, pasti arahnya kepada salah satu tujuh dosa pokok manusia. Contoh lain misalnya korupsi itu karena tamak, perselingkuhan itu karena napsu seksual, pembunuhan itu karena napsu seksual atau bisa jadi karena iri dan benci, peperangan besar yang kini terjadi bisa jadi karena iri hati atau kesombongan. Dengan kata lain, sumber kejahatan di dunia itu karena 7 dosa pokok manusia.

Oleh karena itu pada kesempatan oktaf natal ini, kita bisa berbagi permenungan betapa Tuhan yang Mahakasih itu tidak mudah diterima oleh dunia yang jahat. Namun demikian kita harus menyelesaikan tugas kita dunia sampai saat-saat akhir sebelum akhirnya Tuhan memanggil kita semua. Para martir kecil telah menjadi saksi betapa jahatnya dunia ini.Dan apakah kita mampu menjadi saksi-saksi Kristus?

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘para martir kecil menjadi saksi kekejaman dunia’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1