(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Kunjungan Maria kepada Elisabeth.

Posted at 21 Desember, 2017 by Justinus on category Renungan
translation services

Kunjungan Maria kepada Elisabeth sanaknya merupakan sebuah perwahyuan Allah, bahwa Maria adalah ibu Yesus, yang kudus dari Allah. Hal itu berarti pula bahwa Maria adalah ibu Tuhan yang mengunjungi sanaknya sendiri yakni Elisabeth.

Injil Lukas (Luk 1:39-45) hari ini menguatkan hati kita bahwa Maria sungguh-sungguh ibu Tuhan. Dengarkan kata-kata Elisabeth:

” Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai di telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya, sebab Firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana”.

Apa yang disampaikan oleh Elisabeth ini masih terus kita daraskan, sewaktu kita mendaraskan doa Salam Maria. Inilah dasar doa Salam Maria yang merupakan kutipan dari Injil, bukan karangan Gereja semata.

Dari Firman itu, kita juga dapat menangkap bahwa Yesus yang sebentar lagi kita rayakan kelahiran-Nya pada perayaan Natal, sungguh Tuhan. Coba perhatikan kata-kata Elisabeth kepada Maria, “siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?”. Firman ini makin meneguhkan kita semua bahwa Yesus itu Tuhan, yang menjadi manusia dan hadir di tengah umat-Nya. Ia bukan sekedar setara nabi besar, tetapi sungguh Allah dan sungguh manusia. Kehadiran-Nya bukan senang-senang seperti berwisata, tapi mempunyai tugas istimewa yakni mewartakan khabar damai sukacita serta menyelamatkan manusia, dan bukan hanya orang Yahudi semata. Namun demikian kehadiran-Nya ditolak oleh bangsa-Nya sendiri, dan bahkan membunuh-Nya dengan cara menyalibkan-Nya di kayu salib hina. Ketaatan-Nya kepada Bapa-Nya yang telah mengutus-Nya menjadikan Dia sebagai Penyelamat dunia.

Dari Injil hari ini juga, kita dapat mengerti bahwa kunjungan Maria kepada sanaknya merupakan pertemuan kedua wanita itu dan bahkan menjadi khabar yang sukacita bagi semua orang bahwa Maria adalah ibu Tuhan. Warta lainnya adalah bahwa rahim Maria sangat terberkati karena dari dalam rahim Maria, terlahirlah Yesus Anak Allah pembawa damai serta penyelamat dunia yang kudus dari Allah.

Namun demikian, walau Maria ibu Yesus jelas tertulis di dalam Kitab Suci sebagai ibu Tuhan, tak banyak orang yang mempercayai-Nya. Dianggapnya Maria hanya manusia biasa. Tidak! Maria telah dipilih dan telah dipersiapkan oleh Allah dalam membantu realisasi sejarah keselamatan umat manusia. Maria mempunyai andil besar dalam sejarah keselamatan. Oleh karena itu, tidaklah salah kalau Gereja sangat menghormati Bunda Maria, karena berkat kerendahan hatinya dan berkat keteladannya, Maria bukan sekedar ibu Yesus tapi juga ibu Tuhan.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘kunjungan Maria kepada Elisabeth’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1