(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Kerendahan hati Bunda Maria.

Posted at 20 Desember, 2017 by Justinus on category Renungan
translation services

Kerendahan hati Bunda Maria menjadikan dirinya sebagai Ibu Yesus, sebagai Yang Kudus dari Allah. Ketika malaikat Gabriel menyapa Bunda Maria bahwa ia akan menjadi Bunda Yesus Yang Kudus dari Allah, ia sungguh terkejut. Mana mungkin itu terjadi, karena ia belum bersuami. Sebagai manusia apa yang disampaikan Bunda Maria itu benar, karena terjadinya kelahiran seorang anak karena berkat hubungan suami isteri. Jadi adalah hal yang abnormal bagi seorang wanita dan mengandung tanpa suami dan melahirkan seorang anak. Makahal itu menurut ada istiada Yahudi sungguh aib di mata bangsanya. Oleh karena itu malaikat Gabriel sebagai utusan Allah berkata kepadanya:”Jangan takut , hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan menganduhng dan melahirkan seorang anak lak-laki, dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya tahta Daud, bapa leluhur-Nya. Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkeseduhan”. Kata Maria kepada malaikat itu, “bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami”. Kata malaikat itu:” Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan tiu akan disebut Kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabeth sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya, dan iniolah bulan keenam bagi dia yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil”. Maka kata Maria:” Sesungguhnya aku ini hamba TUhan; terjadilah padaku menurut perkataan-MU”.

Inilah dialog malaikat Gabriel dan Bunda Maria sewaktu khabar sukacita itu disampaikan kepad Bunda Maria. Maria adalah sosok orang yang lugu, sederhana, dan mau melaksanakan kehenda Tuhan, dan bukan kehendaknya sendiri. Oleh karena itu, keteladanan Bunda Maria melalui kerendahan hatinya patut kita tiru, di mana dia hanya mau melaksanakan kehendak Tuhan, bukan kehendaknya sendiri. Sementara orang jaman sekarang ini, karena egonya lebih suka melaksanakan kehendaknya sendiri dari kehendak Allah.

Oleh karena itu marilah terus belajar rendah hati, agar kita memiliki sifat yang sangat mulia di hadapan Allah.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang’ kerendahan hati Bunda Maria’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1