(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Warta Kelahiran Yesus

Posted at 18 Desember, 2017 by Justinus on category Renungan
translation services

Warta kelahiran Yesus sudah diramalkan para nabi di dalam Perjanjian Lama. Salah satu di antaranya adalah nabi Yeremia, antara lain sbb: ” Sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil dari Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri”. Dengan demikian, khabar gembira tentang akan hadirnya Manusia baru yang menyelamatkan umat manusia sudah disampaikan kepada dunia, namun kala itu dunia belum mengenal-Nya.

Ketika Anak Manusia ini harus lahir di dunia, segala persoalan menghadang di depannya. Persoalan pertama ialah ternyata isteri Yusup yang bernama Maria sudah mengandung, walau ia belum pernah menyentuhnya. Tentu saja ini akan menjadi aib besar, bagaimana mungkin belum sah menjadi suami isteri telah mengandung. Namun demikian, rencana Allah tidak boleh gagal. Rencana Allah harus bekerja dengan mulus. Maka ketika Yesus sedang pikir-pikir bagaimana ia bisa menghindar dari Maria, malaikat Allah menampakkan diri dalam mimpinya agar Yusup tidak pergi dan meninggalkan Maria, sebab Anak yang dikandung Maria itu karena kuasa Roh Kudus. Bagi manusia pada umumnya, kelahiran seorang manusia, tak mungkin akan terjadi tanpa hubungan pria dan wanita sebagai suami isteri. Tentu saja ini dapat dimengerti dengan baik, kalau manusia dapat berbpikir dengan jernih di mana kuasa Allah melampaui batas-batas pikiran manusia. Kuasa Allah yang Mahatinggi akan sulit dijangkau oleh pikiran manusia.

Dengan demikian, warta kelahiran Yesus sendiri sudah menimbulkan kehebohan dunia. Jadi wajarlah kalau Yesus sendiri sulit diterima oleh orang kebanyakan atau oleh orang-orang pandai sekalipun. Namun demikian rencana keselamatan umat manusia harus terjadi.

Kehendak Allah yang utama adalah agar Putera-Nya lahir di dunia untuk menyelamatkan umat manusia. Rencana itu tidak boleh gagal, walau Yesus Putera-Nya harus tetap mati sekalipun harus mati di kayu salib hina. Karena dengan kematian-Nya, maut dikalahkan. Bagi yang percaya, Yesus yang dilahirkan oleh Maria adalah Allah sendiri yang turun ke dunia dalam wujud manusia. Seperti Santo Paulus katakan bahwa Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Dialah yang tersulung di antara segala ciptaan (Kol 15:1). Dengan kata lain, kalau manusia ingin bertemu, menjamah Allah yang sesungguhnya ya melalui Diri Yesus. Ia telah lahir dan hidup 2000 tahun yang lalu. Setelah wafat dan sengsara, Ia bangkit di antara orang mati dan naik ke surga di mana ia berasal. Kini Kerajaan-Nya ada di dalam surga. Dan saat ini kita kenal melalui Roh dan Kebenaran. Karena Ia sendiri menyatakan:” Akulah jalan, kebenaran dan hidup” (Yoh 14:6). Artinya siapa pun hidup di jalan yang benar dan melaksanakan perbuatan -perbuatan baiknya, maka hidupnya adalah benar. Orang ini pada akhirnya akan memperoleh keselamatan.

Dengan demikian warta kelahiran Yesus membawa sukacita bagi banyak orang, karena dari pada-Nya terpancar cahaya keselamatan bagi orang yang percaya.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang’ warta kelahiran Yesus’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1