(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Yesus dan rombongan mewartakan Injil Kerajaan Allah.

Posted at 22 September, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Yesus dan rombongan mewartakan Injil Kerajaan Allah. Dalam karya-Nya selama di dunia, Yesus beserta para murid-Nya gencar untuk menyebarkan khabar sukacita tentang Kerajaan Allah. Yesus mengajak semua orang untuk datang dan mendengarkan ajaran-Nya serta melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran Yesus yang utama dan pertama adalah ajaran kasih, di mana ajaran ini bisa diterima oleh semua orang. Karena hukum kasih itu begitu luas, maka melaksanakan hukum itu tidak seperti membalik tangan. Dengan hukum kasih, diharapkan tidak akan terjadi konflik antara yang satu dengan yang lain. Pada akhirnya orang akan mengalami sebuah kebenaran, dan damai sukacita dalam terang Roh Kudus. Inilah inti ajaran Yesus. Jadi kalau Yesus menawarkan Diri-Nya sebagai jalan, kebenaran dan hidup adalah sebuah keniscayaan, jika orang itu benar-benar menerima-Nya. Kita tidak akan dapat melaksanakan hukum kasih itu, kalau diri kita juga mengenal lebih dalam siapakah sosok Yesus itu.

Tentang sosok Diri-Nya, Yesus pernah bertanya kepada orang banyak, siapakah Diri-Nya. Mereka ada yang mengatakan bahwa Diri-Nya adalah Yohanes Pembaptis yang bangkit. Ada pula yang menyebut Elia. Atau ada pula yang mengatakan salah seorang nabi dari Perjanjian Lama. Lalu Yesus balik bertanya kepada para murid-Nya siapakah Diri-Nya. Seperti biasa Simon Petrus mewakili rekan-rekannya mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias, Putera Allah yang hidup.

Memahami Yesus tidak cukup hanya sekedar membuka Kitab Suci dan membacanya. Tapi juga mau membuka hati terhadap Diri-Nya sebagai sumber keselamatan. Saat ini Yesus sudah kembali ke surga dan menjadi penguasa atas orang hidup dan mati. Tapi pada akhir zaman nanti, Ia akan hadir sebagai Hakim Agung untuk mengadili orang hidup dan mati. Pada saat itu, dengan kemulian-Nya sebagai Hakim Agung yang penuh kuasa, akan mengadili dan memisahkan antara orang baik dan orang jahat. Orang baik dikelompokkan ‘domba’ di sisi kanan-Nya, sementara orang jahat akan dimasukkan dalam kelompok ‘kambing’ di sisi kiri-Nya.

Injil Lukas (Luk 8:1-3) hari ini bagaimana mengajar dari kota ke kota atau dari desa ke desa untuk menyebarkan warta suka cita, karena Kerajaan Allah sudah tiba. Namun demikian, kehadiran-Nya berserta rombongan tidak serta merta diterima dengan baik. Para musuh-Nya terutama orang Farisi dan ahli Taurat selalu mengamat-amati untuk mencari kesalahan-Nya. Walau mereka tidak menemukan kesalahan sekecil apa pun, akhirnya mereka menangkap Yesus dan menyalibkan-Nya di kayu salib hina seperti seorang pejahat kelas kakap.

Saat ini tugas pekerjaan Yesus diteruskan oleh Gereja dalam Magisterium. Gereja-Nya yang satu, kudus, katolik, dan apostolik akan disertaiNya dari dahulu, sekarang dan yang akan datang. Oleh karena itu kita juga mempunyai tugas untuk meneruskan pewartaan Kerajaan Allah kepada sesama manusia.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘ Yesus dan rombongan mewartakan Injil Kerajaan Allah’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1