(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Kepentingan dunia menghalangi akan iman kepada Tuhan.

Posted at 13 September, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Kepentingan dunia menghalangi akan iman kepada Tuhan. Bagaimana memaknai firman ini? Jika hidup kita sangat lengket dengan hal-hal duniawi, maka sulitlah kita mencari Tuhan. Hari ini Yesus melalui Injil Lukas (Luk 6:20-26) berbicara tentang sabda bahagia bahagia dan sabda celaka kepada murid-murid-Nya. Sabda bahagia dan celaka ini juga ditulis oleh Penginjil Matius. Kedua Penginjil ini menerima inti bahan-bahan dari tradisi kehidupan masyarakat Yahudi yang berpusat pada hukum Taurat Musa. Baik sabda bahagian mau pun sabda celaka menggambarkan kondisi masyarakat waktu itu. Dari sekian sabda bahagia, mari kita mengambil salah satu sabda bahagia yang menarikk untuk dicermati. Kita ambil sabda bahagia karena Anak Manusia, karena ia (mereka) boleh memeproleh hidup kekal.

Banyak pengikut Kristus dari dahulu sampai sekarang terus mengalami penganiayaan karena Nama Yesus. Mereka ini bisa jadi para nabi, para martir, yang terus mengalami penganiayaan bahkan dibunuh. Orang-orang seperti telah disediakan tempat yang indah oleh Kristus di dalam surga.

Baik sabda bahagia mau pun sabda celaka adalah dua hal yang bertolak belakang. Dua hal yang terus dihadapkan kepada pilihan-pilihan hidup di dunia. masing-masing pilihan itu ada konsekuensinya. Yesus mengajak kepada kita agar kita dengan kehendak bebasnya menetukan pilihan yang terbaik secara jasmani mau pun rohani. Dengan pilihan yang tepat, maka kita akan memperoleh kehidupan yang akan datang yang lebih baik. Namun demikian, untuk menentukan pilihan yang sulit itu, Yesus mengajak kita untuk berdoa kepada Bapa untuk mencurahkan Roh-Nya yang kudus. Kita perlu menimba roh hikmat agar kita mampu untuk menentukan pilihan-pilihan hidup kita.

Keteladanan Yesus dalam berdoa seharusnya menjadi contoh dalam hidup ini bagaimana doa itu sebagai alat komunikasi kita kepada Tuhan. Hidup kita sangat tergantung kepada TUhan agar kita terus dijaga dan dibimbing-Nya ke jalan yang benar. Yesus sebagai Mesias sudah dinyatakan sebagai jalan, kebenaran dan hidup. Orang tidak akan sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Diri-Nya. Dengan kata lain menjalani kehidupan yang lebih baik, maka fokus kita harus kita arahkan kepada Yesus, karena Dia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Apakah kita sudah firm bahwa iman kita kepada Yesus sudah tidak tergoyahkan.

Kenikmatan dunia memang sangat menggiurkan dan akhirnya Tuhan tidak lagi menjadi penting apalagi prioritas dalam hidup ini. Kita terkadang lupa akan tujuan hidup manusia yakni kembali kepada Bapa di surga.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘kepentingan dunia menghalangi akan iman kepada Tuhan’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1