(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Doa membantu dalam pengambilan keputusan.

Posted at 12 September, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Doa membantu dalam pengambilan keputusan sudah proven. Keteladanan Yesus berdoa semalaman sebelum pemanggilan 12 rasul-Nya adalah keteladanan yang nyata. Ia mohon kekuatan dan pencerahan agar dalam memutuskan tidak salah. Ia bekerjasama dengan Allah Bapa-Nya agar keputusan yang diambil untuk menetapkan ke 12 rasul tidak salah.

Injil Lukas (Luk 6:12-19) hari ini mengisahkan bagaimana Yesus berdoa semalaman suntuk sebelum menetapkan ke 12 rasul-Nya. Tentu doa ini menjadi kekuatan yang luar biasa sehingga Ia mengambil suatu keputusan penting sekali, karena selain mereka ini akan menjadi saksi, maka mereka juga meneruskan karya keselamatan ini bagi umat mansusia. Oleh karena itu Yesus benar-benar butuh konsentrasi sebelum memilih para pembantu-Nya. Namun demikian, tidak selamanya mulus keputusan-Nya itu. Lihat saja dengan berdoa saja masih ada yang lolos dari penglihatan-Nya. Yudas Iskariot, yang punya peran besar dalam memegang keuangan 12 rasul gagal di tengah jalan, karena ia mengkhianati Gurunya sendiri. Nasibnya adalah meninggalkan Yesus dan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Sebagai umat beriman, bisa membayangkan jika hidup kita tidak diisi dengan doa. Maka hidup kita akan sangat kering. Walau memang ada orang yang membiarkan dirinya seperti itu, tapi tidak dengan demikian dengan keteladanan Yesus. Yesus selalu menyendiri dan berdoa di tempat sunyi seorang diri. Ia bermeditasi dan merenung guna menimba kekuatan dari Bapa-Nya.

Namun dalam kesempatan yang sama, Yesus juga mengajar serta menyembuhkan banyak orang. Semuanya mengalami damai sukacita, selain mereka mendengarkan ajaran Yesus yang penuh kuasa, tetapi juga mengalami penyembuhan batin semuanya. Mereka semua disembuhkan secara rohani dan jasmani. Walau demikian, karya Yesus tidak selamanya mulus. Yesus selalu diawasi oleh orang Farisi dan ahli Taurat. Mereka berusahan menjebak Yesus, dan menyalahkan dan pada akhirnya membunuh-Nya. Yesus dianggap batu sandungan bagi mereka-mereka ini. Tapi nampaknya semuanya akan berjalan normal, karena memang belum saatnya Yesus untuk disalibkan. Semuanya ada waktunya, sesuai dengan rencana dan kehendak Bapa-Nya yang di surga.

Namun demikian, apa yang diperbuat Yesus hari ini tentang berdoa, adalah suatu keteladanan yang luar biasa. Mampukah kita meneladaninya. Semuanya perlu latihan rohani yang terus-menerus, dan suatu saat kita menerima upahnya.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang” Doa membantu dalam pengambilan keputusan’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1