(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Penyembuhan pada hari sabat.

Posted at 11 September, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Penyembuhan pada hari Sabat seringkali dilakukan oleh Yesus, dan tentu saja ini menjadi batu sandungan khususnya bagi orang Farisi dan ahli Taurat. Kedua kelompok dianggap sebagai para elite penjaga kemurnian hukum Taurat. Sebagai penjaga hukum Taurat, maka mereka berusaha agar hukum ini sungguh murni dan tidak diselewengkan. Namun demikian, mereka bukan penapsir hukum Taurat yang baik, tetapi menapsirkan hukum itu sesuai dengan kepentingan mereka sendiri. Mereka menapsirkan hukum Taurat secara tektual, dan bukan konstekstual.

Yesus dalam hal ini penapsir hukum Taurat dengan baik. Ia menapsirkan seluruh hukum Taurat yang disempurnakan dengan hukum kasih. Hukum ini mengatasi seluruh hukum di dunia. Ketika orang Farisi dan ahli Taurat menegur Yesus karena menyembuhkan pada hari Sabat, Yesus pun menegur mereka dengan keras dengan mengatakan:” Mana lebih baik berbuat jahat atau berbuat baik pada Hari Sabat? Menyelamatkan orang atau membinasakannya”. Mereka telah dipermalukan oleh Yesus. Namun hati mereka tidak terima, dan pada suatu kesempatan, mereka akan membalas-Nya.

Injil Lukas (Luk 6:6-11) hari ini mengisahkan bagaimana Yesus telah berbuat baik dengan menyembuhkan soerang yang lumpuh tangan kanannya. Peristiwa ini disaksikan sendiri oleh orang Farisi dan ahli Taurat. Namun demikian, hati busuk mereka diketahui Yesus, sehingga Ia melontarkan pertanyaan:” Manakah yang diperbolehkan pada Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan orang atau membinakannya?”. Kemudian Yesus berkata kepada si tangan lumpuh dan berkata:” Ulurkanlah tanganmu”. Orang itu mengukurkan tangannya dan sembuhlah seketika.

Apa yang diperbuat oleh Yesus makin menyakitkan hati para musus-Nya khususnya orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Mereka terus bermufakat jahat bagaimana menghentikan pekerjaan Yesus dan bahkan mungkin membunuh-Nya. Namun demikian semuanya akan sia-sia, karena memang belum waktunya. Ketika Yesus dibawa ke pinggir tebing dan hendak dijatuhkan oleh para musus-Nya, Yesus pun masih dapat lolos, karena memang belum waktunya, sehingga Yesus bersama para murid-Nya masih di hadir di tempat-tempat ibadah dan mengajar orang banyak.

Karya Yesus di dunia yang paling utama adalah menyampaikan khabar sukacita kepada orang banyak, agar mereka bertobat dan pada akhirnya mereka akan selamat, Tetapi barangsiapa menolak-Nya, maka ia (mereka) akan mengalami kebinasaan. Dalam karya penyelamatan-Nya melalui ajaran-ajaran-Nya, Yesus juga membuat begitu banyak mukjizat yang belum dikerjakan oleh banyak nabi-nabi sebelumnya. Dari karya-karya Yesus dalam membuat mukjizat itu, maka hal itu juga merupakan pewahyuan bahwa Yesus Kristus bukan hanya seorang manusia yang istimewa, tetapi Ia merupakan gambar Allah yang tidak kelihatan. Dengan kata lain, Yesus Kristus itu sungguh Allah dan sungguh manusia.

Karya Yesus itu saat ini diteruskan oleh Gereja-Nya yang satu kudus, katolik dan apostolik dan berlangsung selama-lamanya.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘ penyembuhan pada hari Sabat’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1