(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Majikan yang murah hati.

Posted at 23 Agustus, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

M ajikan yang murah itu merupakan kiasan bagaimana Allah itu berbelas kasih kepada setiap orang, tanpa membeda-bedakan antara yang satu dengan yang lain.

Perumpamaan ini barangkali ditujukan kepada para pengritik Yesus, karena Ia mewartakan khabar sukacita itu kepada orang-orang yang dianggap pendosa seperti pemungut cukai.

Injil Matius (Mat 201:1-16a) menggambarkan betapa Allah yang berbelas kasih itu mengundang semua untuk datang dan bekerja di kebun anggur-Nya. Mereka diundang untuk bekerja di ladang-Nya. Ketika pekerjaan selesai, maka semuanya akan menerima upahnya. Dalam pemberian upah ini dipakai sistem terbalik dari yang terakhir menjadi yang pertama. Mereka semua mendapatkan upah sedinar, sesuai dengan kesepakatan.

Dalam pandangan manusia, cara kerja Tuhan sangat tidak adil. Bagaimana bagi mereka yang bekerja berjam-jam, hanya mendapatkan sedinar sama dengan mereka yang bekerja beberapa saat saja. Apa yang diberikan Tuhan itu sesuai dengan kesepakatan bahwa mereka semua akan menerima upah satu dinar. Dengan kata lain, apa yang disebut adil di dunia, tidaklah sama dengan adil menurut Allah.

Allah akan memberi upah kepada semua orang yang bekerja melayani-Nya. Bagi Tuhan, baik yang bekerja lama, mau pun yang bekerja sesaat , akan memperoleh upah yang sama. Hal ini berarti pula bahwa Allah bebas memberikan upah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Tuhan adalah sosok yang sangat baik, yang tidak membeda-bedakan antara yang satu dengan yang lain. Semuanya diberi sesuai dengan kehendak Tuhan.

Terhadap keluhan dari mereka yang telah bekerja keras sehari penuh, Tuhan telah memberikan bayaran sesuai dengan kesepakatan, dan mereka tidak punya hak untuk mengeluh jika Tuhan juga berbuat baik kepada orang lain. Dalam kehidupan ini nampaknya Tuhan tidak pernah membeda-bedakan. Hal ini seperti ketika Allah memberikan sinar matahari atau hujan kepada semua orang entah itu orang baik atau jahat. Sekarang terserah kepada manusia bagaimana menanggapi kebaikan Tuhan. Orang benar akan menanggapinya dengan positif, tapi orang fasik, maka hal ini adalah musibah.

Yang pasti kemurahan hati Allah itu diberikan kepada setiap orang tanpa ada pebedaan, sekarang dengan kehendak bebas masing-masing bagaimana menanggapinya. Allah adalah pemberi yang hebat. Ia selalu memanggil manusia yang mencapai tingkat yang berbeda-beda di bidang moral mau pun bidang rohani untuk melayani Tuhan (bekerja di ladang Tuhan). Oleh karenanya tak seorng pun dapat menuntut dari pada-Nya lebih dari pada yang diberikan-Nya kepada setiap orang lain. Tidak ada ketidakadilan dalam apa yang dilakukan Allah, sebab Ia memberikan apa yang dijanjikan-Nya. Ia mempunyai kebebasan yang berdaulat untuk melakukan-Nya apa yang berkenan kepada-Nya sebab kemurahan hati dapat ditambahkan kepada kepada keadilan. Orang-orang yang berterimakasih lebih baik keadaannya dari pada orang-orang yang bersungut-sungut dengan orang lain.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang’Majikan yang murah hati’, TUhan memberkati.-***







UA-43404914-1