Majikan yang murah hati.

[su_dropcap size=”5″]M[/su_dropcap] ajikan yang murah itu merupakan kiasan bagaimana Allah itu berbelas kasih kepada setiap orang, tanpa membeda-bedakan antara yang satu dengan yang lain. Perumpamaan ini barangkali ditujukan kepada para pengritik Yesus, karena Ia mewartakan khabar sukacita itu kepada orang-orang yang dianggap pendosa seperti pemungut cukai. Injil Matius (Mat 201:1-16a)