(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Keselamatan: anugerah Allah

Posted at 22 Agustus, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Keselamatan:anugerah Allah, dengan mana Alla bebas memberikannya kepada siapa pun yang mau menerimanya. Banyak orang berpendapat bahwa kekayaan itu dianggap sebagai upah kesalehan atau upah sebagai orang benar, walau ada tradisi orang kaya yang menindas.

Injil Matius (Mat 19:23-30) hari ini menggambarkan betapa sulitnya orang kaya memasuki hidup kekal. Hidup kekal adalah suatu kondisi di mana orang mengalami damai sejahtera bersama Allah di dalam Kerajaan Surga. Karena keselamatan itu merupakan anugerah Allah, maka kita terus akan mencari sampai mendapatakannya. Orang-orang seperti para murid yang telah berkurban demi Yesus, mereka akan menerima karunia itu dan bahkan menerima lebih misalnya seperti melihat kemuliaan Allah di mata mereka.

Berbicara tentang kekayaan yang direpresentasikan dalam bentuk uang, banyak orang berpendapat bahwa dengan uang segalanya akan beres. Uang memang saat ini dianggap yang mahakuasa, sehingga dengan uang orang bebas berbuat apa saja termasuk menggerakkan masa, membiayai apa saja, dan semuanya terfokus pada uang. Jadi wajarlah kalau orang berlomba mencari uang dan bagaimana mendapatkannya walau tidak dengan secara wajar. Karena uang, orang mulai melakukan korupsi, dan bahkan menumpuk hasil rampokan itu untuk memperkaya diri.

Bahkan karena uang, kebenaran dan keadilan pun diputarbalikkan. Mereka tidak lagi mencari kebenaran, tetapi mencari pembenaran. Dan kebenaran yang hakiki adalah kebenaran yang disampaikan oleh Yesus Tuhan, yang mengatakan:” Akulah jelan, kebenaran dan hidup. Orang tidak akan sampai kepada Bapa, jika tidak melalui Aku” (Yoh 14:6).

Kekayaan menjadi batu sandungan untuk memasuki Kerajaan Surga. Kisah seorang pemuda kaya yang datang kepada Yesus yang sudah memenuhi syarat dan ketentuaan, tetapi ternyata masih kurang. Yesus meminta kepadanya untuk menjual seluruh miliknya dan membagikan kepada orang miskin, dan kemudian ikut Yesus. Pemuda itu akhirnya meninggalkan Yesus karena kekayaannya banyak. Secara hukum pemuda itu memenuhi persyaratan, tetapi untuk menuju kepada kesempurnaan hidup belum cukup. Tambahan untuk menjadi sempurna adalah mau berbagi kepada sesama khususnya orang miskin, serta mengikuti Yesus.

Dengan demikian, keselamatan sebagai karunia, maka kita harus mengikuti Yesus sebagai jalan, kebenaran dan hidup. Inilah jalan kesempurnaan yang harus kita tempuh.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘ keselamatan:anugerah Allah, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1