(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Hal-hal yang menajiskan hati orang.

Posted at 8 August, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Apakah hal-hal yang menajiskan hati orang?Banyak orang saat ini begitu mudah menyatakan haram (najis) dan halal. Coba dengarkan kata Yesus tentang hal ini. Ketika Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka:

Dengar dan perhatikanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang”<
>. Inilah sikap Yesus terhadap pandangan banyak orang mengenai haram (najis) atau halal. Sebagai contoh, banyak orang mengumpat, membenci, berkata kotor, memarahi orang, atau apa pun yang keluar dari mulut orang dengan kata-kata yang kotor, itulah najis, bukan sebaliknya. Jika makan atau minum dan lupa cuci tangan, tidaklah masalah, karena semuanya akan berakhir di jamban (atau) dibuang. Sebaliknya dengan kata-kata kotor, itu dapat melukai hati orang dan orang itu akan mengalami luka bathin. Inilah yang membuat orang najis.

Oleh karena itu, kata-kata Yesus kepada orang banyak tadi dengan tegas mengatakan:” Dengar dan camkan!”. Jadi apa yang disampaikan Yesus ini meluruskan persepsi banyak orang tentang haram (najis) menurut pandangan banyak orang.

Injil Matius (Mat 15:1-2,10-14) hari ini berbicara tentang pandangan Yesus mengenai hal-hal yang najis. Memang kata-kata Yesus itu keras, bahkan para murid-Nya pun menegurnya bahwa apa yang disampaikan Guru-Nya itu sangat keras dan dapat melukai banyak orang. Lalu apa kata Yesus kepada murid-Nya:

Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di surga akan dicabut dengan akar-akarnya. Mereka orang buta yang menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lubang
. Pernyataan keras itu ditujukan kepada orang-orang farisi dan ahli Taurat yang telah menyesatkan banyak orang. Hal-hal najis sebagaimana dimengerti oleh banyak orang, sifatnya ritual saja, bukan yang menyangkut hal-hal yang bersifat moral. Kebersihan atau kemunrian moral di hati jauh lebih penting dari pada hal-hal ritual saja.

Pandangan Yesus tentang hal-hal yang bersifat haram itu harus dirubah agar banyak orang tidak jatuh tersesat secara moral. Oleh karena itu, sebagai pengikut Kristus pun harus berani berubah, tidak saja mengikuti pandangan banyak orang yang belum tentu teruji kebenarannya secara moral. Bagi Yesus kemurnian hati itu jauh lebih penting dari pada hal-hal yang bersifat ritual, yang belum tentu bermanfaat bagi hidupnya.

Sebagai saksi-saksi Kristus, kita pun harus berani menyampaikan pandangan yang benar tentang moralitas kehidupan agar kita tidak jatuh dalam hal-hal yang sifatnya ritual, yang tidak bermanfaat bagi keselamatan jiwa kita.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang’ hal-hal yang menajiskan hati orang’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1