(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Panenan di akhir zaman.

Posted at 1 Agustus, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Panenan di akhir zaman dimaksudkan pengadilan di akhir zaman, di mana akan ada pemisahan orang baik dan jahat. Ketika para murid Yesus bertanya tentang makna perumpamaan lalang yang tumbuh di ladang gandum, Yesus menjelaskan bahwa ketika seorang penabur menabur benih di ladang, ternyata tumbuh pula lalang di antara gandum.

Injil Matius (Mat 13:36-42) hari ini mengisahkan tentang perumpamaan di atas, di mana ketika penabur yakni Anak Manusia (Yesus) menaburkan benih-benih gandum di ladang (dunia), datang pula iblis menabur pula benih lalang (kejahatan) di dalam ladang tersebut. Namun Yesus membiarkan lalang itu tumbuh bersama gandum, dan tidak boleh dipanen sebelum waktunya. Mengapa demikian? Nampaknya Yesus juga memberi kesempatan yang jahat untuk bertobat. Jika mereka tidak bertobat, maka bagi mereka tidak ada harapan lagi, kecuali dipotong dan dibakar di dalam api kekal, di mana terdapat ratap tangis dan gertak gigi. Jika sudah memasuki tempat ini, maka tidak ada kesempatan lagi untuk bertobat. Jika sudah memasuki tempat ini, maka yang ada adalah kekalan pendertiaan yang tidak bisa diubah lagi. Masih ingat kisah Lasarus dengan orang kaya. Ketika mati Lazarus di pangkuan Abraham, sementara orang kaya terus mengalami kehausan karena begitu panasnya di tempat yang baru. Bahkan orang kaya itu minta Abraham agar Lazarus mengulurkan sedikit air kepadanya, tetapi ada jurang yang tak mungkin diseberangi. Kemudian orang kaya itu minta untuk memberitahu para saudaranya agar bertobat nantinya. Abraham menjawab bahwa sudah ada para nabi yang sudah memberikan penjelasan tentang bagaimana kondisi setelah kematian. Kalau para nabi saja mereka tidak percayai, bagaimana Lazarus harus kembali ke dunia untuk mewartakan hal ini.

Firman di atas juga mau mengatakan bahwa di antara orang-orang baik, selalu saja ada orang-orang jahat. Nampaknya iblis tidak mau membuang kesempatan untuk tidak hadir di tengah orang baik. Iblis tidak mau sendirian nantinya di dalam memasuki Kerajaan Surga. Oleh karena itu Yesus selalu mengingatkan agar para pengikut Kristus sebagai benih-benih gandum yang benar terus mengembangkan kebenaran, kebaikan dan damai sejahtera agar banyak orang mau bertobat sehingga mereka terselamatkan. Pada akhir zaman nanti Yesus sebagai Hakim Agung memang akan mengadili orang hidup dan mati sebagai panenan besar. Orang baik yang digambarkan sebagai anak-anak domba akan memasuki Kerajaan Surga di mana Yesus akan meraja sebagai Hakim Agung dan Raja Alam Semesta, sementara mereka yang menolak Yesus akan digambarkan sebagai kambing dan mereka akan dicampakkan ke dalam api kekal di dalam neraka.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘panenan di akhir zaman’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1