(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Pertumbuhan iman sebagai biji sesawi atau pun ragi.

Posted at 31 July, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Pertumbuhan iman sebagai biji sesawi atau pun ragi adalah suatu ungkapan di mana Kerajaan itu menjadi daya perekat dan terus tumbuh dan berkembang. Allah menghendaki agar pertumbuhan keimanan akan Tuhan terus tumbuh dan berkembang dengan baik. Biji sesawi di antara tanam-tanaman yang diciptakan oleh Allah adalah tumbuhan yang paling kecil. Namun demikian, walau pohon itu kecil secara alami, namun dapat tumbuh menjadi pohon yang besar di mana burung-burung dapat bersarang di tempat itu.

Tentu saja arti dari perumpamaan ini antara lain adalah walau kita mula-mula beriman yang kecil dan sederhana, namun dalam perjalanannya, iman itu akan bertumbuh dan berkembang menjadi besar, dengan syarat tekun dan setia. Kedua kata terakhir ini menjadi kata kunci dalam pertumbuhan iman kita. Kita memiliki iman akan Yesus sebagai Mesias Utusan Allah, tapi percuma kalau tidak direalisasikan dalam perbuatan kita, syukur-syukur dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik sehingga berbuah melimpah. Kalau biji sesawi itu nantinya menjadi besar dan berbuah melimpah, maka orang lain makin dapat menikmatinya.

Jika Kerajaan Surga diumpamakan sebagai biji sesawi tentu dimaksudkan pula bahwa pemahaman Kerajaan Surga yang semua masih kecil, masih remang-remang, nantinya akan menjadi gamblang sekali, dan pada akhirnya pemahaman itu akan tumbuh berkembang. Oleh karena itu memang kita harus bekerjasama dengan rahmat Allah, agar iman yang sebesar biji sesawi itu bisa tumbuh subur dan berkembang dengan baik.

Ketika Kerajaan Surga diibaratkan sebagai ragi, maka hal itu dimaksudkan pula agar Kerajaan Surga dipakai daya perekat untuk menjadi suatu adonan yang layak dimakan seperti roti atau tempe. Kedua contoh di atas membutuhkan ragi untuk menjadi bahan makanan yang bermanfaat. Dengan pemahaman ini, maka ragi adalah daya perekat agar semua orang berkumpul dan menjadi satu kawanan dan satu gembala. Hal itu sangat mungkin, walau ada saja di antara kumpulan orang, terdapat orang-orang yang jahat.

Kisah Injil Matius (Mat 13:31-35) hari ini mau mengatakan bahwa Kerajaan Surga yang kita pahami terus akan bertumbuh dan berkembang. Kerajaan Surga adalah hal yang berkaitan dengan kebenaran, damai sejahtera dan sukacita dalam terang Roh Kudus. Paling esensial dari inti Kerajaan Surga adalah kebenaran dan damai sejahtera. Dua hal ini yang menjadi syarat mutlak bila kita ingin mencapai Kerajaan Allah di mana Allah bertahta sebagai Raja Agung yang disembah dan dimuliakan oleh seluruh ciptaan-Nya. Kita ini adalah gambar Allah yang sejati, di mana Allah sangat mengasihi-Nya.

Sebagai gambar Allah, maka Allah sungguh mengasihi-Nya agar nantinya seluruh ciptaan kembali kepada-Nya sebagai satu kawanan dan satu gembala di bahwa Yesus Kristus Raja Semesta Alam, dan Hakim Agung yang Mahatinggi.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘Kerajaan Surga seumpama biji sesawi atau pun rag, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1