(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Yesus mengajar dengan perumpamaan.

Posted at 27 July, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Mengapa Yesus mengajar dengan perumpamaan? Jawabnya tentu gampang-gampang susah. Ternyata untuk mengerti ajaran Yesus membutuhkan karunia yagn luar biasa. Mengapa? Coba perhatikan kata-kata Yesus”:

Kalian diberi karunia mengetahui rahasia Kerajaan Surga, tetapi orang-orang lain tidak. Karena barangsiapa mempunyai, akan diberi lagi, tetapi barang siapa tidak mempunyai, maka apa pun yang ada padanya akan diambil juga
. Wah angel kata orang Jawa. Bagaimana mungkin yang sudah memiliki, malah makin diberi, sementara yang tidak punya malah diambil semuanya. Bukankah itu sangat kejam? Mungkin bisa diartikan demikian, ada semacam ada ketidakadilan. Lha yang sudah punya kok makin ditambah, sementara yang tidak punya malah diambil semua.

Untuk memahami Firman ini mari kita merenunng sejenak. Tuhan Yesus mengatakan bahwa untuk mengetahui Kerajaan Surga itu adalah suatu karunia. Karena itu sebuah karunia, maka tidak mungkin diberikan kepada setiap orang. Hanya orang-orang yang dikehendaki Tuhan, maka orang-orang itu akan paham tentang Kerajaan Surga. Sementara yang lain walau melihat dengan mata dan mendengar dengan telinga mereka, tetapi karena hatinya penuh kebebalan, maka mereka tidak akan mengerti. Dengan kata lain, mereka gagal paham,sehingga untuk menjelaskan kepada mereka memakai sebuah perumpamaan.

Sementara makna yang sudah punya akan terus ditambahkan dimaksudkan bahwa Firman Tuhan yang ia dengar dan ia lihat itu mengasilkan buah yang berlimpah, sehingga Tuhan terus tambahkan. Sementara yang lain, Firman Tuhan itu sia-sia ibaratnya benih yang jatuh di tepi jalan atau bebatuan, sehingga tidak menghasilkan buah-buah (rohani) baik untuk dirinya atau bagi sesana lainnya.

Oleh karena itu Injil Matius (Mat 13:10-17) hari ini mengajarkan kepada kita semua bahwa rahasia Kerajaan yang telah disampaikan oleh Kristus melalui Gereja-Nya adalah sebuah karunia. Artinya kita telah diplih untuk menerima karunia itu. Sekiranya karunia (rohani) itu dapat terus berkembang, maka Tuhan terus akan melipatgandakan yang makin hari makin besar.

Dengan demikian, kita boleh terus bersyukur karena Tuhan telah memilih kita semua sehingga diberikan karunia rohani untuk memahami makna Kerajaan Surga di mana kita akan ikut ambil bagiannya.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘Yesus mengajar dengan perumpamaan’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1