(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Yesus memberikan nyawanya bagi tebusan banyak orang.

Posted at 25 July, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Yesus memberikan nyawanya bagi tebusan banyak orang merupakan visi dan misi Yesus hadir di dunia ini. Injil Matius (Mat 20:20-28) ini menegaskan bagaimana jalan menuju Kerajaan Surga. Kerajaan itu anugerah kepada siapa saja Tuhan berkenan. Barangkali untuk zaman sekarang itu berlaku syarat dan ketentuan berlaku. Syarat dan ketentuan yang berlaku antara lain adalah mau berbagi dan mau melayani. Menurut Yesus, jalan menuju kepada Kerajaan Surga itu harus melalui jalan penderitaan sebagaimana Yesus teladankan. Demikian pula ketika anak-anak Zebedeus yakni Yohanes dan Yakobus agar diberi tempat di sebelah kiri dan kanan di dalam Kerajaan Surga. Sungguh jawaban Yesus tidak mengenakan telinga kita. Oleh karena itu Yesus menjawab:” Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum?”. Kata mereka:” Kami dapat!”. Kata Yesus kepada mereka:” Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kiri-Ku atau kanan-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Ini akan diberikan kepada orang-orang yang baginya Bapa-KU telah menyediakannya”. Bagaimana reaksi murid-murid yang lain? Mereka marah, tidaklah pantas meminta kedudukan yang terhormat di dalam surga.Kerajaan Surga merupakan hak prerogatif Allah Bapa yang berhak menentukan siapa saja yang boleh menduduki termpat terhormat di dalam Kerajaan Surga. Pada kesempatan ini Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya bahwa untuk menduduki tempat terhormat di dalam Kerajaan Surga membutuhkan syarat dan ketentuan antara lain melayani orang lain. Menjadi pemimpin itu bukan seperti kata dunia di mana para pemimpin menindas rakyatnya. Sedangkan menurut Yesus menjadi pemimpin itu bersifat melayani atau menjadi hamba di antara hamba Tuhan (servus servorum Dei). Gaya kepemimpinan itu adalah keteladanan Yesus yang mau berkurban demi keselamatan dosa-dosa manusia.

Hari ini Gereja merayakan pesta St. Yakobus saudara Rasul Yohanes. Seperti diungkapkan di atas bahwa Yakobus dan Yohanes adalah anak-anak Zebedeus. Kedua bersaudara bersama Petrus yang diajak Yesus menaiki Gunung Tabor untuk menyaksikan kemulian Yesus bersama Musa dan Elia.

Pada akhirnya Yakobus harus menerima cawan kemartiran dengan hukum pancung pada masa pemerintahan Herodes Agripa I pada tahun 43/44. Menurut legendanya, sebelum menerima kemartirannya ia mengunjungi Spanyol. Relikuinya sangat dihormati di Santiago de Compostela, Spanyol sampai hari ini. Saat ini tempat ini salah satu tempat ziarah yang termasyur di Spanyol.

Akhirnya sebagai pengikut Kristus yang sejati, kita seharusnya berjiwa mulia untuk saling berbagi dan saling melayani di dalam hidup ini. Karena ini merupakan kehendak Tuhan sendiri yakni jika ingin memasuki Kerajaan Allah, kita harus mau menjadi pelayan bagi sesamanya.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang’ Yesus memberikan nyawanya bagi banyak orang’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1