(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Yesus merupakan pewahyuan Allah.

Posted at 19 July, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Y Yesus merupakan pewahyuan Allah’ demkian inti Injil Matius (Mat 11:25-27). Tentu saja sulit mengerti tentang Firman Allah ini, bagaimana mungkin Yesus yang anak Maria dan Yusup tukang kayu dari Nazareth merupakan pewahyuan Allah yang sebenarnya. Tentu saja hal ini akan ditolak oleh banyak orang cerdik pandai. Golongan cerdik pandai ini barangkali dapat digolongkan kepada ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang merasa hidup keagamaannya yang jauh lebih baik dari pada orang lain. Hal itu disampaikan oleh Yesus yang mengatakan:” Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil”. Dari ungkapan ini Yesus mau menyampaikan kepada kita betapa sulitnya orang cerdik pandai itu menerima Yesus sebagai pewahyuan tentang Allah. Mereka sulit menerima pemahaman itu, karena hanya melihat segala sesuatunya yang terlihat saja. Di samping itu mereka sangat mengandalkan logikanya semata, yang belum tentu benar.

Untuk menerima Yesus dibutuhkan keterbukaan hati dan pikiran serta kerendahan hati. Barangkali kerendahan hati menjadi faktor penentu untuk menerima Yesus. Dalam Injil Matius ini juga dinyatakan:” Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak berkenan menyatakan-Nya”. Melalui pewahyuan ini mau dikatakan bahwa siapakah sosok Allah hanya dapat dipahami melalui Yesus, karena Yesus adalah sosok pewahyuan Allah. Dan tak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan-Nya. Namun lagi-lagi banyak orang gagal paham tentang pewahyuan Allah dalam diri Yesus. Kita akan mengenal Allah dengan baik kalau terlebih dahulu mengenal Yesus, karena tak seorang pun telah mengenal Allah. Hubungan atau relasi antara Yesu dan Allah adalah hubungan antara Bapa dan Anak. Bapa dan Anak itu adalah satu. Dan Bapa telah menyerahkan kuasa sepernuhnya kepada Anak dalam Diri Yesus.

Oleh karena itu makin hidup bakti kepada Yesus identik hidup bakti kepada Allah. Apakah kita sebagfai pengikut Kristus sungguh-sungguh mengenal Yesus dengan baik.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘ Yesus merupakan pewahyuan Allah’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1