(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Pertentangan dalam keluarga karena Nama Yesus

Posted at 17 Juli, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Pertentangan dalam keluarga karena Nama Yesus’ menjadikan suasana keluarga tidak nyaman. Dalam masyarakat Yahudi pada zaman Yesus, ikatan keluarga jauh lebih erat dari pada masyrakat moderen pada zaman ini. Tetapi kesetiaan terhadap Yesus dapat menimbulkan perpecahan ikatan ini. Pernyataan ini bukanlah menentang keluarga sebagai keluarga, melainkan bahwa para murid hendaknya mempunyai loyalitas yang lebih besar kepada Yesus dari pada terhadap anggota keluarga. Yesus menuntu loyalitas mutlak kepada Diri-Nya.

Inilah sebagian ajaran Yesus sebagaimana diungkapkan dalam Injil Matius 10:34-11.1. Oleh karena ini, ketika Yesus mengatakan bahwa Dirinya hadir tidak membawa damai, tetapi membawa pedang, dimaksudkan bahwa kehadiran-Nya dapat menimbulkan pertentangn antara orang yang satu dengan yang lain entah itu di dalam keluarga atau pun orang per orang. Firman itu akan membawa perubahan besar di mana pun di belahan bumi ini. Perubahan-perubahan itu antara lain karena bagaimana menerjemahkan Firman Yesus. Dampak penerimaan Firman itu menimbulkan perpecahan di dalam keluarga karena Firman Yesus antara bapak dengan anak, antara suami isteri atau keluarga besar.Firman untuk mengikuti Yesus nyata sekali, di mana bila salah seorang anggota keluarga mengikuti Yesus, pasti akan timbul perpecahan di antara keluarga itu. Tentang hal ini pula sudah dinubuatkan oleh Simeon ketika Yesus dibawa ke Bait Allah bahwa Nama Yesus menimbulkan banyak pertentangan. Hal ini nyata hingga saat ini dan masa yang akan datang atau kekal abadi bahwa Nama Yesus menjadi nama yang fenomenal di belahan bumi di mana pun.

Sebenarnya hal itu bisa dengan mudah diterima apabila kita mau rendah hati dan membuka diri terhadap kebenaran. Yesus itu adalah jalan, kebenaran dan hidup. Artinya kalau orang mau hidup baik dan benar, maka dengarkanlah Firman Tuhan yang dapat menuntun kepada jalan, kebenaran dan hidup. Namun ajaran atau ajakan Yesus sulit diterima oleh mereka yang lebih mementingkan zona nyaman di dunia ini. Dengan demikian, dengan mudah mereka akan menolak seruan atau ajakan yang menjauhkan zona nyaman di dunia. Mereka lupa bahwa hidup seluruh bangsa manusia sifatnya sementara, tidak ada yang kekal. Kekekalan itu terjadi setelah semua orang mengalami kematian. Yesus mengajak seluruh bangsa di dunia ini untuk hidup baik dan menjalani kekudusan, agar mereka semuanya diterima di dalam Kerajaan Surga. Namun ada saja orang-orang yang menyerukan untuk menolak Yesus karena dianggap tidak sesuai kondisi dunia yang telah memberikan kenikmaan hidupnya. Jadi kalau Yesus menyerukan pikul salib dan sangkal diri, bukan tidak ada maknanya. Menuju kepada hidup kekal dibutuhkan syarat dan ketentuan yang harus ditaati oleh semua pihak, bukan oleh kehendak serta kemauannya sendiri.

Oleh karena itu, jika Yesus berbicara tentang konflik keluarga dimaksudkan bahwa mengikuti Diri-Nya jauh lebih prioritas dari pada kemauannya sendiri.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘konflik keluarga’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1