(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Perintah Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah.

Posted at 13 Juli, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Perintah Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah terus berlangsung hingga saat ini. Mengapa? Kerajaan Allah adalah khabar kebenaran, damai sukacita dalam terang Roh Kudus. Oleh karena itu, jika kita berbicara tentang Kerajaan Allah, maka bukan berbicara tentang soal makan dan minum sebagaimana orang dunia, tetapi soal kebenaran, dama sukacita di mana Allah meraja. Allah di sini adalah Tuhan Yesus sendiri yang meraja. Yesus sebagai Tuhan pernah hadir di dunia 2000 tahun yang lalu, tapi dampaknya sebagai sekarang tetap ada, dan berlangsung selama-lamanya. Ketika Yesus hidup di tengah-tengah dunia, ajaran-Nya selalu ditolak oleh orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Orang-orang Farisi dan ahli Taurat sampai saat ini masih ada dan mereka terus akan berusaha menolak Yesus. Menolak Yesus berarti menolak ajaran-Nya, berarti pula mereka menolak kebenaran dan damai sejahtera.

Injil Matius (Mat 10:7-15) hari ini antara lain berbicara tentang perintah Yesus untuk menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, meneymbuhkan orang kusta serta mengusir setan-setan. Artinya kedatangan Yesus untuk mengabarkan khabar keselamatan bagi orang-orang yang menderita, atau mengalami sakit-penyakit untuk disembuhkan. Karena semuanyanya diberikan oleh Tuhan dengan cuma-cuma, maka kita pun diminta untuk berbuat demikian dengan cuma-cuma. Tuhan telah memberi segalanya dengan cuma-cuma kepada kita semua, dan karenanya kita pun harus berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Maksudnya jangan ada pamrih untuk setiap perbuatan amal kasih kepada sesama, walau Yesus pernah mengatakan bahwa yang bekerja perlu mendapat upahnya. Tentu maksud dari upah ini adalah kehidupan kekal di surga.

Ketika Yesus memberikan perintah untuk membawa khabar keselamatan itu tidak hanya diperuntukkan untuk para murid-Nya semata, tetapi junga diberikan kepada kita untuk melaksanakan tugas yang sama. Dengan kata lain, kita juga punya kewajiban untuk menyampaikan khabar sukacita, khabar kebenaran kepada semua orang agar kita semua nantinya dapat memasuki tempat di mana Allah meraja sepanjang masa.

Khabar keselamatan itu saat ini diwartakan oleh Gereja sebagai pemegang otoritas mengajar. Jadi dari santo Petrus hingga Paus Fransiskus sebagai penerus estafet harus menyampaikan khabar kebenaran ini untuk semua orang. Namun demikian, janganlah berpikir bahwa semuanya akan seperti membalikkan tangan. Pasti jalan yang ditempuh baik Gereja atau pun anggotanya tidak akan mulus begitu saja. Hal ini tergambar jelas ketika kita menanam gandum, ada saja ilalang yang juga tumbuh. Tapi Yesus membiarkannya keduanya tumbuh, dan baru pada masa panenan nantinya, ilalalang itu akan dikumpulkan dan dibakar. Sementara gandum akan dikumpulkan di dalam lumbung Kerajaan Surga.

Sebagai pengikut Kristus, marilah kita mewartakan kebaikan Tuhan agar kita semuanya memperoleh damai sejahtera baik di dunia mau pun di dalam Kerajaan Surga.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang’ perintah Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah’, Tuhan mem







UA-43404914-1