(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Kuasa Yesus atas kematian serta penyakit kronis.

Posted at 10 Juli, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Kuasa Yesus atas kematian serta penyakit kronis menjadi bahan tertawaan banyak orang. Hal itu nyata ketika Yesus membangkitkan anak perempuan rumah ibadat, banyak orang tertawa. Tertawa mereka itu saja mengejek Yesus, bagaimana orang seorang yang mati dapat dihidupkan kembali. Karena selama itu banyak orang menyaksikan bahwa tidak ada orang mati yang bangun dan hidup kembali. Namun Yesus juga membuktikan bahwa Dia punya kuasa atas kematian dan menghidupkannya seperti kasus anak perempuan rumah pemuka rumah ibadat. Sementara itu sebelum menuju rumah ibadat, ada pula seorang perempuan yang telah mengidap penyakit pendarahan selama 12 tahun, tetapi kita menjamah jubah Yesus, sembuhlah wanita itu. Pada hal selama ini, ia telah pergi berobat untuk menyembuhkan penyakitnya ke berbagai tabib. Namun segala usaha itu sia-sia belaka. Ketika Yesus dan rombongan melalui suatu lokasi, datanglah perempuan itu bersama kerumunan yang lain. Dalam hatinya berkata:” Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh”. Imannya begitu kuat akan kuasa Yesus, dan terjadilah demikian. Perempuan itu mengalami kesembuhan seketika itu juga.

Injil Matius (Mat 9:19-16) hari ini makin membuka mata kita bahwa Yesus mempunyai kuasa atas kehidupan ini. Buktinya Ia mampu menghidupkan seorang yang sudah mati, dan bahkan menyembuhkan seorang yang mengalami pendarahan selama 12 tahun. Namun demikian, banyak orang menghujat dan menertawakan Dia. Karena Yesus itu yang sering disebut Isa Alamasih paling banter hanyalah seorang nabi. Dan secara kemanusiaan, Dia itu hanyalah anak orang kampung dari Nazareth yakni Yusup dan Maria. Jadi tidak ada yang istimewa.

Inilah yang disebut misteri Ilahi, karena sulitnya daya tangkap otak manusia untuk memahami misteri Ilahi. Otak yang sebesar bakpau tak akan mampu mengukur kemahakuasaan Allah yang luar biasa. Banyak orang menolak Yesus karena Dia hanyalah orang biasa. Sementara itu banyak orang tidak mau belajar atau mempelejari mengapa Yesus mampu menghidupkan orang mati dan menyembuhkan sakit-penyakit. Seharusnya kita tertarik untuk mendalami siapakah sosok Yesus itu, namun karena ada kebencian atau barangkalai sifat iri hati, akhirnya banyak orang menolak Yesus.

Namun demikian, Yesus sendiri sudah menegaskan bukan kamu memilih Dirinya, tapi Allahlah yang memilih kita-kita orang. Artinya para pengikut Kristus itu bukan karena kemauan kemanusiaan kita, tetapi karena Allah sendiri ikut campur tangan dalam memilih kita untuk menjadi anak-anak-Nya. Oleh karena itu memang kita seharusnya terus bersyukur tanpa henti, karena Tuhan (Yesus) telah memilih kita menjadi bagian dari hidup-Nya. Jadi Injil hari ini mau mengajak kita bahwa Yesus itu sungguh Allah dan sungguh manusia. Itu semua berkat rahmat Tuhan sendiri yang nyata dalam hidup kita sebagai pilihan Allah.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘kuasa Yesus atas kematian serta penyakit kronis’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1