(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Di dunia, Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.

Posted at 6 Juli, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Di dunia, Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa. Demikianlah Firman Tuhan tentang Yesus sebagai Anak Manusia yang mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa-dosa manusia. Namun demikian, Firman itu bisa jadi menjadi batu sandungan bagi banyak orang, yang diawali oleh ahli Taurat. Kelompok ini beranggapan bahwa diri mereka saja yang berhak menapsirkan Firman Tuhan seturut kehendak mereka. Ketika Yesus mengatakan bahwa Diri-Nya mempunyai kuasa untuk menghapus dosa manusia, maka gemparlah mereka. Mereka pun menuduh Yesus telah menghujat Allah, karena hanya Allahlah yang berkuasa membebaskan seseorang dari dosa.

Konsep pemikiran banyak orang tentang kuasa mengampuni Yesus sering diremehkan. Karena tidak hanya ahli Taurat yang menolak Firman itu, tapi banyak orang pada zaman ini juga menolak Yesus sebagai Anak Allah. Mereka beranggapan karena Yesus yang hadir di dunia melalui Perawan Maria yang bersuamikan Yosep tukang kayu tidak mungkin bahwa Yesus itu Yang Kudus dari Allah.

Untuk sampai kepada iman bahwa Yesus itu sungguh Anak Allah memang bukan perkara gampang. Jika orang sampai kepada Yesus, karena orang ini telah dipilih oleh Tuhan untuk datang kepada-Nya, selain untuk mendengar tetapi juga untuk melaksanakan ajaran-Nya. Siapa saja yang mau mendengarkan serta melaksanakan ajaran-Nya, maka dia akan memiliki hidup kekal di dalam Kerajaan Surga.

Injil Matius (Mat 9:1-8) hari ini bagaimana Yesus telah mewahyukan Diri-Nya yang mempunyai kuasa menghapuskan dosa seseorang yang percaya atas kuasa-Nya. Ketika ahli Taurat menolak Yesus atas kuasa-Nya mengamuni dosa, maka Yesus mengatakan : ‘Manakah yang lebih mudah mengatakan ‘ dosa-dosamu sudah diampuni atau mengatakan ‘bangunlah dan berjalanlah’. Nampaknya antara pengampunan dosa serta bangunlah dan berdirilah’ ada korelasinya. Yang dapat kita tangkap dari Firman ini adalah kebangunan rohani seseorang menjadi lebih penting dan berharga dari pada kesehatan raga itu sendiri. Yesus lebih menghargai kesehatan rohani karena kesehatan badani itu sifatnya sementara saja. Hal ini jelas sekali dari Firman Yesus di atas yang mengatakan mana lebih mudah dosa-dosamu diampuni atau bangunlah dan berjalanlah. Dengan demikian, kata bijak ‘ mens sana in corpore sano’ (pikiran yang sehat terletak dalam raga yang sehat), dan keduanya ada korelasinya.Kesehatan rohani seseorang akan terpancar dalam raga seseorang, karena di dalam raga itu, rahmat Allah berkarya.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘ di dunia Anak Manusia mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1