(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Kuasa Yesus menghardik angin dan danau.

Posted at 4 Juli, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Kuasa Yesus menghardik angin dan danau dan mereka pun menjadi tenang. Hal ini nyata dengan jelas kita ketika para murid Yesus tengah berlayar di tengah danau, tiba-tiba dihadang oleh angin ribut dan danau pun bergolak. Tentu saja hal ini menimbulkan ketakutan para murid, sementara itu Yesus masih menikmati tidurnya. Ketika para murid membangunkan Yesus karena adanya bahaya alam itu, Yesus pun bangun dan menghardik angin dan danau, dan alam pun menjadi tenang. Jawaban Yesus atas permintaan para murid:” Mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya”.

Gambaran para murid tentang ketakutan akan bahaya juga menggambarkan kehidupan kita. Walau kita percaya akan Yesus sebagai Tuhan, namun masih ada saja rasa takut, walau Tuhan itu ada di depan mereka. Jelaslah di sini, kekurangan iman membuat diri ketakutan terhadap segala bahaya yang ada di sekitar kita.

Apa yang disampaikan oleh Injil Matius (Mat 8:23-27) hari ini mengajak kita untuk terus menumbuhkembangkan keimanan kita. Kita sudah percaya bahwa Yesus itu Guru dan Tuhan kita, tapi karena bahaya mengancam setiap saat, terkadang kita lupa bahwa Tuhan itu sungguh nyata di hadapan kita. Oleh karena itu, kita diminta untuk menggali bagaimana mengembangkan keimanan kita. Dari Injil Matius hari ini kita dapat melihat bahwa Yesus telah memperlihatkan kemahakuasannya atas alam. Kalau selama ini kita melihat Yesus berkuasa atas segala sakit penyakit, namun Ia juga berkuasa atas alam kosmos ini. Ketika alam dalam bentuk angin dan danau tunduk kepada-Nya, betapa Ia memperlihatkan kemahakuasa-Nya seluruh ciptaan ini. Iman yang harus kita bangun dalam kaitan ini antara lain bahwa Yesus itu bukan sekedar manusia, anak dari Maria dan Yusup tukang kayu. Ia sungguh Allah yang datang dari Kerajaan Surga dan mau merendahkan Diri-Nya sebagai manusia. Namun kita tahu bahwa kehadiran-Nya di dunia ditolak oleh dunia, bahkan dunia telah menghukum dan menyalibkan-Nya di tiang salib hina. Ia dianggap penjahat kelas kakap yang telah menghujat Allah. Banyak manusia dari jaman dahulu sampai saat ini menolak Nama Yesus sehingga Nama yang kudus menjadi cemoohan banyak orang. Tidak hanya Diri-Nya yang ditolak, tetapi seluruh pengikut-Nya juga menerima penolakan yang sama hingga saat ini. Namun dalam kegalauaan itu, Yesus meminta kepada semuanya untuk tidak takut. Dunia memang dapat menghancurkan tubuh kita, tapi jiwa kita tetap milik Tuhan. Kita yang telah dimeteraikan sebagai anak-anak-Nya, apabila kita tekun dan setia kepada-Nya, maka kita akan kembali kepada Dia sebagai Hakim Agung atas kehidupan ini. Kita pun akan memperoleh hidup yang kekal bersama kudus dan Yesus sendiri akan meraja di dalam Kerajaan Surga.

Oleh karena itu, pesan kuat kepada kita dari Injil Matius hari ini antara lain bahwa Yesus itu Allah yang hidup dan berada di tengah kita, dan dengan demikian kita jangan takut. Dunia boleh menghajar kita, tapi jiwa kita milik-Nya dan kita akan kembali kepada-Nya.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘kuasa Yesus sebagai Allah yang mahakuasa’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1