(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Seeing is believing.

Posted at 3 Juli, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Seeing is believing adalah peribahasa yang sangat populer hingga dewasa ini. Artinya ia (mereka) baru percaya, kalausudah melihat dengan mata kepala sendiri. Namun Injil Yohanes (Yoh 20:20-24) hari ini menegaskan kepada kita bahwa ‘berbahagialah mereka yang tidak melihat, namuan percaya”. Firman ini erat kaitannya dengan kata-kata Thomas, salah seorang murid Yesus yang tidak percaya begitu saja atas omongan teman-temannya yang telah melihat Yesus setelah kebangkitan-Nya. Kepada teman-temannya, ia mengatakan:” Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam lambungnya, sekali-kali aku tidak akan percaya”. Kata-kata Thomas ini sangat populer, sehingga santo Agustinus menulis:” Dengan pengkuannya dan dengan menjamah luka Tuhan, ia sudah mengajarkan kepada kita apa yang harus dan patut kita percayai. Ia melihat sesuatu dan percaya sesuatu yang lain. Ketika matanya memandang manusia Yesus,namun imannya mengaku ke-Allah-an Yesus,sehingga dengan suara yang penuh gembira tercampur penyesalan mendalam, ia berseru:”Ya Tuhan dan Allah-ku”. Ketika itu Yesus berseru kepadanya:” Karena kau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya”.

Dari ungkapan-ungkapan diatas, memang kita diminta harus dapat membedakan-bedakan, mana yang harus dipercayai, apakah harus percaya dengan iman, atau harus percaya melalui indera kita. Banyak hal memang harus dipercayai kalau kita menyaksikan dengan kasat mata, tetapi ada beberapa hal yang harus dipercayai dengan iman, seperti kasus Thomas. Ia tidak begitu percaya akan omongan teman-temannya, walau omongan teman sendiri. Namun dalam perjalanan waktu, ketika Yesus menampakkan diri kepada mereka, Thomas pun menyesal dengan mengatakan:” Ya Tuhanku dan Allahku”.

Pelajaran yang dapat kita tarik dari Injil ini antara lain bahwa iman kepercayaan yang kita bangun dari Kitab Suci adalah suatu kebenaran. Namun demikian, iman kita juga tidak membabibuta, asal percaya saja. Kita harus pula mengedepankan rasionalitas kita, karena kita sudah dikarunia pikiran. jadi dalam imanpun, rasionalitas kita harus jalan.

Seperti kita telah singgung di atas, bhawa hari ini Gereja merayakan pesta Santo Thomas, salah seorang rasul Kristus. Konon Ia menyebarkan Injil sampai di India, dan ia menjadi martir di India. I pernah pula menyebarkan khabar gembira di Syria, Armenia, Persia dan terakhir di India. Dekat Madras, di kota Malaipur, Thomas menerima mahkota kemartirannya. Ia mati ditusuk dengan tombak, dan relikuinya masih tetap ada sewaktu makamnya dibongkar pada tahun 1523.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘seeing is believing’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1