Pertumbuhan iman sebagai biji sesawi atau pun ragi.

[su_dropcap size=”5″]P[/su_dropcap]ertumbuhan iman sebagai biji sesawi atau pun ragi adalah suatu ungkapan di mana Kerajaan itu menjadi daya perekat dan terus tumbuh dan berkembang. Allah menghendaki agar pertumbuhan keimanan akan Tuhan terus tumbuh dan berkembang dengan baik. Biji sesawi di antara tanam-tanaman yang diciptakan oleh Allah adalah tumbuhan yang paling

Yesus mengajar dengan perumpamaan.

[su_dropcap size=”5″]M[/su_dropcap]engapa Yesus mengajar dengan perumpamaan? Jawabnya tentu gampang-gampang susah. Ternyata untuk mengerti ajaran Yesus membutuhkan karunia yagn luar biasa. Mengapa? Coba perhatikan kata-kata Yesus”:[su_pullquote] Kalian diberi karunia mengetahui rahasia Kerajaan Surga, tetapi orang-orang lain tidak. Karena barangsiapa mempunyai, akan diberi lagi, tetapi barang siapa tidak mempunyai, maka apa pun

Kristus memberi karunia kemampuan para murid.

[su_dropcap size=”5″]K[/su_dropcap]ristus memberi karunia kemampuan para murid untuk mendengar dan melihat, sementara orang lain hal ini harus disampaikan dengan perumpamaan. Bahkan para nabi dan orang benar ingin sekali melihat dan mendengar apa yang disaksikan oleh para murid, namun mereka gagal untuk memperolehnya. Injil Matius (Mat 13:16-17) hari ini mengatakan:” Berbahagialah

Yesus memberikan nyawanya bagi tebusan banyak orang.

[su_dropcap size=”5″]Y[/su_dropcap]esus memberikan nyawanya bagi tebusan banyak orang merupakan visi dan misi Yesus hadir di dunia ini. Injil Matius (Mat 20:20-28) ini menegaskan bagaimana jalan menuju Kerajaan Surga. Kerajaan itu anugerah kepada siapa saja Tuhan berkenan. Barangkali untuk zaman sekarang itu berlaku syarat dan ketentuan berlaku. Syarat dan ketentuan yang

Tanda Yunus menghantar orang Niniwe bertobat.

[su_dropcap size=”5″]T[/su_dropcap]anda Yunus menghantar orang Niniwe bertobat.Injil Matius (Mat 12:38-42) hari ini mengisahkan tentang orang Farisi dan ahli Taurat meminta tanda dari Yesus. Tanda di sini dimaksudkan mukjizat dari Yesus. Mukjizat yang menyertai karya Yesus telah diperbuat-Nya, namun demikian mereka tetap menolak kehadiran Yesus di tengah mereka. Kehadiran Yesus telah

Yesus merupakan pewahyuan Allah.

Y [su_dropcap size=”5″]Y[/su_dropcap]esus merupakan pewahyuan Allah’ demkian inti Injil Matius (Mat 11:25-27). Tentu saja sulit mengerti tentang Firman Allah ini, bagaimana mungkin Yesus yang anak Maria dan Yusup tukang kayu dari Nazareth merupakan pewahyuan Allah yang sebenarnya. Tentu saja hal ini akan ditolak oleh banyak orang cerdik pandai. Golongan cerdik

Syarat menuju kepada Kerajaan Surga adalah pertobatan.

[su_dropcap size=”5″]S[/su_dropcap]yarat menuju kepada Kerajaan Surga adalah pertobatan. Pertobatan orang berdosa menjadi syarat mutlak untuk memasuki Kerajaan Allah. Jika Yesus hari ini berbicara tentang ‘celakalah’, dimaksudkan bagaimana orang bertobat pada hari penghakiman nantinya nereka semuanya selamat. Yesus sempat mengecam kota-kota Kapernaum dan Betsaida dua kota Yesus di mana Yesus sering

Pertentangan dalam keluarga karena Nama Yesus

[su_dropcap size=”5″]P[/su_dropcap]ertentangan dalam keluarga karena Nama Yesus’ menjadikan suasana keluarga tidak nyaman. Dalam masyarakat Yahudi pada zaman Yesus, ikatan keluarga jauh lebih erat dari pada masyrakat moderen pada zaman ini. Tetapi kesetiaan terhadap Yesus dapat menimbulkan perpecahan ikatan ini. Pernyataan ini bukanlah menentang keluarga sebagai keluarga, melainkan bahwa para murid

Kuasa Yesus atas kematian serta penyakit kronis.

[su_dropcap size=”5″]K[/su_dropcap]uasa Yesus atas kematian serta penyakit kronis menjadi bahan tertawaan banyak orang. Hal itu nyata ketika Yesus membangkitkan anak perempuan rumah ibadat, banyak orang tertawa. Tertawa mereka itu saja mengejek Yesus, bagaimana orang seorang yang mati dapat dihidupkan kembali. Karena selama itu banyak orang menyaksikan bahwa tidak ada orang

Di dunia, Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.

[su_dropcap size=”5″]D[/su_dropcap]i dunia, Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa. Demikianlah Firman Tuhan tentang Yesus sebagai Anak Manusia yang mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa-dosa manusia. Namun demikian, Firman itu bisa jadi menjadi batu sandungan bagi banyak orang, yang diawali oleh ahli Taurat. Kelompok ini beranggapan bahwa diri mereka saja yang berhak menapsirkan

Seeing is believing.

[su_dropcap size=”5″]S[/su_dropcap]eeing is believing adalah peribahasa yang sangat populer hingga dewasa ini. Artinya ia (mereka) baru percaya, kalausudah melihat dengan mata kepala sendiri. Namun Injil Yohanes (Yoh 20:20-24) hari ini menegaskan kepada kita bahwa ‘berbahagialah mereka yang tidak melihat, namuan percaya”. Firman ini erat kaitannya dengan kata-kata Thomas, salah seorang