(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Pengakuan Petrus tentang Yesus.

Posted at 29 Juni, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Pengakuan Petrus tentang Yesus tentu saja mengejutkan banyak orang. Bagaimana mungkin Yesus yang adalah anak tukang kayu dan Maria ibu-Nya disebut sebagai Mesias,Anak Allah yang hidup. Peristiwa ini terjadi ketika Yesus mengajar banyak orang. Pada kesempatan itu Yesus ingin menguji para pendengar-Nya bagaimana pendapat mereka tentang Diri-Nya. Ternyata ada berbagai pendapat yang berbeda. Ada yang mengatakan bahwa Yesus adalah Yohanes Pembaptis yang hidup kembali, ada pula yang menyebut-Nya Elia, atau Yeremia atau salah seorang di antara para nabi. Yesus telah mendengarkan para pendengar-Nya mengenai Diri-Nya. Kemudian Ia juga ingin tahu bagaimana penddapatnya dari para murid-Nya. Salah seorang murid Yesus yang paling fenomenal yakni Simon Petrus. Atas nama teman-temannya, ia mengatakan:” Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup”. Yesus memuji pendapat Simon Petrus sambil mengatakan:” Berbahagialah engkau Simon anak Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. Kemudian Yesus menambahkan:” Engkaulah Petrus dan di atas batu karang itu Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya”. Luar biasa, melalui Petrus, Ia akan mendirikan jemaat-Nya.

Berbicara tentang hal ini, kita ketahui bahwa para pengikut Kristus sebagai jemaat-Nya dibangun dan berdiri di atas batu karang yang sangat kuat. Secara kasat mata, jemaat Kristus yang dipersatukan di bawah kepemimpinan Paus adalah jemaat yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Jemaat Kristus yang dibangun Kristus di atas landasan para rasul yang dalam hal ini diwakili Petrus merupakan jemaat Kristus yang utama. Sejak Petrus hingga saat ini, jemaat Yesus sudah berumur lebih dari 2000 tahun lebih. Sebagai organisasi keagamaan, maka Gereja Katolik adalah organisasi keagamaan yang paling tua yang hingga saat ini. Tentu hal ini merupakan suatu kebenaran akan sabda Yesus sendiri, bahwa Ia akan menyertai-Nya hingga akhir jaman. Jika Yesus tidak menyertainya, barangkali sejarah Gereja tidak akan ada seperti sekarang. Kita menyaksikan sendir betapa organisasi-organisasi besar pada kahirnya runtuh, dan tinggal kenangan saja, atau tidak dikenal sama sekali.

Gereja hari ini merayakan pesta Santo Petrus dan Paulus, yang merupakan tokoh Gereja yang sangat unggul. Kedua orang itu sangat istimewa untuk sejarah Gereja. Petrus seorang nelayan yang fenomenal, sempat menyangkal Kristus sebanyak tiga kali, tapi melalui pertobatan kasih ia akhirnya mendapat pengampunan dan menjadi Paus pertama Gereja Katolik. Sementara Santo Paulus adalah seorang Farisi yang sempat mengejar-ngejar para pengikut Yesus dan menganiayanya, tetapi karena Yesus sendiri memanggilnya, terjadilah perubahan yang fenomenal dari seorang yang membenci Yesus menjadi pengikut Yesus dan menjadi pewarta yang ulung. Berkat Santo Paulus yang dulu bernama Saulus menjadi rasul yang istimewa yang menyebarkan tentang kebangkitan Kristus di luar bangsa Yahudi. Oleh karena baik Santo Petrus dan Santo Paulus, Gereja berkembang dengan cepat di luar bangsa Yahudi/

Kalau Gereja hari ini merayakan kedua rasul yang hebat itu, maka hal itu sangat wajar. Kita perlu mengenang jasa-jasa kedua rasul yang hebat ini. Itu semua karena berkat campur tangan Yesus sendiri yang sudah menyatakan akan menyertai umat-Nya hingga akhir jaman.Ini merupakan refleksi Injil Matius 16:13-19.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘pengakuan Petrus tentang Yesus’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1