(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Pintu kehidupan dan pintu kebinasaan.

Posted at 27 Juni, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

ADAdua pilihan berkaitan dengan pilihan kehidupan kita, apakah memilih jalan keselamatan atau jalan kebinasaan. Sebenarnya pilihan itu sangat simpel dan mudah dijawab. Namun demikian nampaknya sulit bagi manusia. Kesulitan banyak orang termasuk kita-kita adalah karena pengaruh dunia yang makin membawa manusia pada kenikmatan dunia. Dunia telah memberikan kenyamanan kepada manusia yang makin hari makin menjauhkan diri dari Allah. Saking asyiknya dengan dunia, banyak orang sudah melupakannya bahkan menolaknNya Pada hal jauh-jauh sebelum peradaban dunia manusia, para nabi telah memberikan arahan hidup manusia agar terus berusaha kembali kepada Allah yang berkuasa atas kehidupan dan kematian. Manusia sebenarnya tidak berkuasa atas hidupnya. Artinya orang itu suatu saat harus kembali kepada Sang Pencipta. Karena di dunia tidak ada yang abadi, semua akan sirna, termasuk diri manusia. Dengan demikian, jauh-jauh sebelumnya manusia diingatkan agar terus berusaha untuk kembali kepada Sang Pencipta yang berkuasa atas seluruh kehidupan manusia.

Injil Matius (Mat 7: 6, 12-14) hari ini antara lain menegaskan tentang bagaimana menjalani kehidupan antara memilih pintu kehidupan dan pintu kebinasaan. Pintu kehidupan artinya jalan keselamatan. Jalan keselamatan ini telah diajarkan oleh Yesus di mana Ia mengatakan:” Akulan jalan dan kebenaran dan hidup. Orang tidak akan sampai kepada Allah Bapa tanpa melalui Diri-Nya” (Yoh 14:6). Dengan kata lain, jalan keselamatan itu sangat terbuka bagi mereka yang mau membuka hati dan mau mengikuti-Nya. Yesus sendiri sudah memberikan ketegasan bahwa untuk memperoleh keselamatan tidaklah semudah membalik tangan. Harus ada suatu kerja keras atau sebuah perjuangan. Karena itu Yesus juga menegaskan bahwa jalan menuju kepada keselamatan ini harus menempuh suatu jalan yang sempit. Dengan kata lain, jalan yang harus ditempuh adalah via jalan yang sempit, harus penuh dengan perjuangan. Bahkan dalam mengarungi jalan yang sempit, kita harus mengalami banyak suka dan duka dalam bentuk penderitaan, penganiayaan dan bahkan harus mengalami suatu kematian, yang sangat mungkin terjadi. Hal ini telah dicontohkan oleh Tuhan Yesus kepada kita semua. Walau Ia tidak bersalah, tetapi Ia tetap ditolak, bahkan harus berakhir tragis yakni mengalami kematian di kayu salib hina. Sebaliknya banyak manusia lebih memilih jalan yang luas dan jalan cepat, tapi mereka lupa bahwa di ujung sama adalah jalan kebinasaan.

Sebagai pengikut Yesus, tidak tertutup kemungkinan kita akan mengalami nasib yang sama sebagaimana Yesus telah lakukan untuk dunia ini. Kita akan dikucilkan, ditolak dan pada akhirnya akan dibunuh, walau tidak bersalah. Oleh karena itu apa yang ditegaskan oleh Yesus bahwa jalan menuju kepada keselamatan adalah sebuah via dolorosa (jalan penderitaan). Oleh karena itu, kita harus tetap semangat mengikuti jalan yang seperti Tuhan sendiri lakukan.

Pintu kehidupan akan terbuka bagi setiap orang yang mengikuti Yesus dengan benar. Dan Yesus yang telah bangkit dan hidup itu akan terus memberi rahmat kekuatan bagi agar kita maju terus medengarkan dan melaksanakan ajaran Tuhan Yesus sebagai jalan, kebenaran dan hidup.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘pintu kehidupan dan pintu kebinasaan’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1