(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Yesus sebagai kebijaksanaan Allah.

Posted at 23 June, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Sebagai kebijaksanaan Allah, Yesus merupkan pewahyuan sejati tentang Allah. Artinya, Allah itu adalah pribadi yang penuh dengan misteri, dan tak seorang pun dapat mengerti apalagi melihat Allah, maka dengan melihat, dan belajar dari Yesus, maka kita akan mengerti siapakah Allah itu. Banyak Firman yang mendukung pernyataan Allah, di antaranya sebagaimana dinyatakan oleh Santo Paulus:” Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan dan yang tersulung di antara ciptaan (Kol 1:15), atau dalam Kitab Wahyu di mana Yesus adalah Alpha dan Omega (Why 1:8). Ada begitu banyak ayat yang mendukung pernyataan itu. Semuanya tertuju bahwa Yesus itu sungguh Allah dan sungguh manusia. Namun demikian, pernyataan ini juga menimbulkan banyak pertentangan satu sama lain, yang pada akhirnya harus membawa Yesus ke dalam jalan penderitaan (via dolorosa), dan harus wafat di kayu salib hina. Namun demikian yang sangat membahagiakan kita semua adalah bahwa Kristus bangkit di antara orang mati. Karena bangkit berarti Ia hidup. Setelah kebangkitan-Nya, berulangkali Ia menampakkan Diri kepada para murid-Nya. Dan ketika Ia naik ke serga, Ia disaksikan oleh para murid-Nya. Bahkan Ia mengatakan kalau Ia tidak kembali ke dalam kerajaan-Nya di mana Ia berasal, Ia tidak akan memberikan Roh Penolong yaitu Roh Kudus yang akan menjadi saksi kebenaran tentang Diri-Nya. Ia kembali ke dalam surga untuk menyediakan tempat bagi kita yang percaya kepada-Nya, karena di tempat Ia berada kita pun harus berada bersama-Nya.

Dalam mengarungi perjalan hidup, kita percaya bahwa setelah kehidupan di dunia, kita semua akan mengalami kematian. Dan kita semua percaya setelah kematian ada kehidupan abadi. Untuk menuju keabadian itu, kita harus berjuang di dunia untuk berbuat baik. Namun kita semua tahu bahwa selain kebaikan, ada yang namanya kejahatan. Bahkan kejahatan ini terkadang menguasai seluruh kehidupan manusia. Karena kejahatan manusia, akhirnya manusia terus jatuh dalam dosa. Yang paling menakutkan adalah bahwa manusia tidak lagi mengenal dosa. Pada hal dengan dosa itu, manusia sulit untuk memasuki Kerajaan Surga, karena Kerajaan Surga adalah tempat para kudus. Jadi tanpa kekudusan hidup, tak mungkin orang memasuki Kerajaan Surga.

Agar manusia dapat pergi ke tempat di mana Allah meraja, maka manusia harus bertobat, menyesali perbuatan jahat dan dosa-dosanya. Karena tanpa pertobatan tidak akan terjadi keselamatan. Dan agar manusia mengenal Allah, maka Allah perlu merendahkan Diri-Nya menjadi seorang manusia. Dengan menjadi manusia, maka Ia akan lebih mudah bergaul dengan manusia, dan memberikan pengajaran tentang bagaimana harus hidup mulia di hadapan Allah.

Perwahyuan Yesus sebagai Allah adalah sebuah kebenaran yang harus diimaninya. Perbuatan dan pengajaran Yesus adalah pengajaran Allah kepada manusia, agar manusia dapat selamat. Oleh karena itu Yesus merupakan pewahyuan Allah dan Kristus merupakan gambar kebijaksanaan tentang Allah.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘Yesus sebagai kebijaksanaan Allah’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1