(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Balas dendam dan pengampunan.

Posted at 19 Juni, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Balas dendam dan pengampunan adalah dua hal yang saling bertentangan. Dalam Perjanjian Lama, suatu pemahaman tentang ‘mata ganti mata, atau gigi ganti gigi’ sangat berlaku pada waktu itu. Dengan kehadiran Yesus di dunia untuk menyelamatkan manusia sebagai citra-Nya, maka Yesus mau menyempurnakan hukum itu. Hukum itu pada mulanya wajar-wajar saja, namun Yesus ingin mengubahnya menjadi hukum yang bermartabat dengan hukum kasih.

Sampai saat ini, yang namanya hukum ‘mata ganti mata atau gigi ganti gigi’, masih banyak berlaku dan terus terjadi di mana orang ingin memuaskan napsunya dengan membalas dendam. Dalam kaitan ini, Yesus mendesak para murid-Nya untuk membatasi balas dendam dan kekerasan menurut aturan yang ditetapkan. Dengan demikian Yesus mau mengatasi masalah ini dengan perbuatan baik yakni dengan kasih. Bayangkan kalau setiap perbuatan hukum kekerasan terus berlanjut, apa yang terjadi dengan umat manusia saat ini. Bayangkan pula hukum kekerasan ini terjadi di mana-mana, tanpa ada pembatasan, maka yang terjadi di dunia adalah kejahatan di mana-mana. Tidak ada damai sama sekali. Orang selalu merasa kawatir dan takut, karena bayang-bayang kekerasan. Walau diri kita barangkali tidak ada masalah, namun kekerasan aau hukum rimba pasti akan sangat menakutkqan setiap orang.

Kita sungguh bersyukur bahwa kita telah dipilih oleh Tuhan sendiri menjadi anak-anak terkasih. Kita tidak diajarkan untuk membalas kejahatan dengan kejahatan, atau membalas kekerasan dengan kekerasan, tapi Yesus menjarkan lebih dari itu yakni kejahatan dengan mengampuni.

Jika seseorang mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita, maka sadar atau tidak, itulah rahmat Tuhan yang bekerja dalam diri kita. Mengampuni (forgive) itu bersifat Ilahi (devine). Dengan demikian, orang yang bermurah hati dan suka mengampuni, dia ini adalah yang dikasihi Tuhan. Tentang hal ini, Yesus sendiri sudah memberikan keteladanan betapa Ia sangat mengampuni musush-musush-Nya. Ia tidak mengumbar napsu-Nya agar para murid-Nya untuk melawan dengan kekerasan, tapi justru Ia mengampuni mereka yang bersalah kepada-Nya. Dan keteladanan ini dibagikan kepada para pengikut-Nya untuk melawan hukum’mata ganti mata, atau gigi ganti gigi” ini dengan hukum kasih.. Mungkin tindakan ini oleh dunia dianggap bodoh, tetapi Yesus telah mengajarkan demikian agar tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Hanya dengan hukum kasihlah, maka perbuatan-perbuatan jahat itu akan berkurang, walau tak mungkin dihilangkan sama sekali. Ini sebenarnya sudah kodrat manusia untuk memberlakukan ‘mata ganti mata, atau gigi ganti gigi’, setalah manusia jatuh dalam dosa.

Sebagai pengikut Kristus yang sejati, mari hukum balas dendam ini diganti dengan hukum pengampunan. Karena pada dasarnya, dengan pengampunan orang akan memperoleh damai sejahtera di dalam batinnya. Seseorang yang menjalankan hidupnya dengan benar di mata Allah, maka orang seperti ini akan memperoleh damai sejahtera dan suka cita dalam terang Roh Kudus. Orang ini sudah mencicipi Kerajaan Allah di dunia ini.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘balas dendam dan pengampunan’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1