(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Berbuat baik pada hari Sabat menjadi batu sandungan?

Posted at 13 June, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Berbuat baik pada hari sabat sering menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Mengapa demikian? Orang-orang ini adalah penjaga hukum Taurat Musa, di mana pada hari Sabat umat Yahudi dilarang untuk bekerja termasuk berbuat baikpun tidak boleh.

Hari ini sesuai Injil Matius (Mat 12:13-16), bagaimana orang-orang Farisi dan ahli Taurat ingin menjebak Yesus yang menyembuhkan seorang lumpuh tangannya sebelah pada hari Sabat. Oleh karena itu mereka bertanya kepada Yesus: “Bolehkan menyembuhkan orang pada hari Sabat?” Pertanyaan ini dimaksudkan untuk menjebak Yesus dan mempersalahkan Dia bila Ia menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat.Kemudian Yesus berkata kepada mereka: “ Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya? Bukankah manusia jauh lebih berhaga dari pada seekor domba? Karena itu, boleh berbuat baik pada hari Sabat“. Kemudian Yesus pun berkata si lumpuh tangannya untuk mengulurkan tangannya pada Yesus, dan tangannya pun pulih dan sehat seperti tangan orang lain. Menyaksikan peristiwa, maka orang-orang Farisi marah dan keluar dari kerumuman orang dan berencana untuk membunuh Yesus. Yesus pun mengetahui maksud mereka, dan Ia pun menyingkir dai tempat itu.

Namun demikian banyak orang terus mengikuti Yesus, selain mendengarkan ajaran-Nya, mereka menjadi manusia-manusia baru. Sabda Yesus yang penuh kuasa dan mempunyai daya penyembuhan menyebabkan banyak orang terus mencari Yesus. Di sisi lain, banyak orang berusaha mendengarkan ajaran Yesus, namun di lain pihak Yesus terus dimata-matai oleh orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang terus ingin menjebak dan membunuh-Nya.

Benarkah berbuat baik pada hari Sabat menjadi batu sangungan? Sebagai pengikut Kristus, kita percaya bahwa apa yang disabdakan oleh Yesus ada kebenaran. Perbuatan baik dapat kita laksanakan di mana saja, kapan saja, tanpa mengenal ruang dan waktu. Jadi perbuatan baik dilarang itu adalah suatu pembodohan. Hari ini Yesus dengan tegas mengatakan :” Boleh berbuat baik pada hari Sabat”. Jadi apa yang disampaikan Yesus kepada kita ini juga berlaku kepada dunia. Tidak ada pantangan berbuat baik pada hari yang dilarang seperti pada Hari Sabat.

Perbuatan Yesus dalam menyembuhkan si lumpuh sebelah tangan adalah contoh konkrit dalam berbuat baik kepada sesama, walau menurut hukum Taurat itu menjadi suatu batu sandungan atau larangan. Sebagai pengikut Yesus, kita juga mau berbuat seperti yang Yesus ajarkan untuk tidak takut berbuat baik pada hari Sabat.

Demikianlah refleksi Kusa Doa hari ini tentang ‘Berbuat baik pada hari Sabat menjadi batu sandungan’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1