(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Kecaman Yesus tentang kesesatan orang-orang Saduki.

Posted at 7 Juni, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Kecaman Yesus tentang kesesatan orang-orang Saduki merupakan pedoman umat beriman tentang makna kebangkitan orang-orang mati pada akhir zaman nanti. Orang Saduki adalah komunitas orang Yahudi yang cukup rasionalis, walau pun pemahaman mereka tentang Kitab Suci itu relatif kolot, dalam arti bahwa mereka menyangkal berlakunya tradisi lisan, yang menurut pandangan orang Farisi sangat mengikat. Secara khusus mereka membela kekuasaan Taurat. Oleh karena itu, mereka sering menjengkelkan orang Farisi di biddang keagamaan. Namun kali ini orang Farisi mau bekerjasama dengan orang Saduki untuk menyerang Yesus tentang kebangkitan orang-orang mati.

Hari ini Injil Markus (Mrk 12:18-27) menjelaskan tentang makna kebangkitan orang mati yang ditolak oleh orang Saduki, karena tidak percaya pada kebangkitan orang mati. Oleh karena itu mereka berusaha mencobai Yesus dengan pertanyaan-pertanyaan yang menjebak. Pertanyaan itu adalah tentang ada seorang wanita yang kawin dengan tujuh bersaudara. Ketujuhnya mengawini satu wanita ini. Namun demikian, dari tujuh saudara ini tak seorangpun menghasilkan keturunan. Akhirnya ketujuh saudara mati, dan wanita itu pun mati juga. Pada hari kebangkitan, ketika mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami wanita itu, sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.

Atas pertanyaan itu, Yesus pun menjawab: ” Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci mau pun kuasa Allah. Sebab bilaman mereka bangkit dari antara orang mati, mereka tidak kawin dan tidak dikawinkan, melainkan hidup seperti malaikat di surga“. Makna dari jawaban Yesus itu antara lain bahwa kawin mawin hanya berlaku di dunia, dan tidak berkaitan dengan kelangsungan ras. Kehidupan di akhirat bukanlah duplikasi kondisi dunia. Jawaban Yesus atas jebakan orang Saduki bahwa mereka ini tersesat karena tidak paham tentang Kitab Suci. Mereka tidak mengerti tentang kuasa Allah.

Setelah kebangkitan orang mati, semua orang seperti para malaikat, berarti tidak ada napsu-napsu dunia. Semua orang seperti para malaikat, yang terus memuji dan memuliakan Allah. Mereka hidup dalam persekutuan para kudus dalam persatuannya dengan Allah.

Dengan kata lain, jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal dan hidupnya baik, maka nantinya mereka akan berada dalam persekutuan dengan Allah, dan akan mengalami kehidupan kekal di dalam Kerajaan Surga. Dengan demikian, sekiranya kita mempunyai pemikiran seperti orang Saduki yang tidak percaya pada kebangkitan orang-orang mati. maka pemikiran kita juga tersesat.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘kecaman Yesus tentang kesesatan orang-orang Saduki’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1