(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Gelar Yesus Kristus sebagai batu penjuru bagi bangunan rohani umat manusia.

Posted at 5 Juni, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Gelar “Yesus Kristus sebagai batu penjuru bagi bangunan rohani umat manusia’telah disampaikan oleh Penginjil Markus (Mrk 12:1-12) hari ini. Injil Markus hari ini berbicara tentang perumpamaan mengenai penggarap-penggarap kebun anggur. Dalam perumpamaan itu dituliskan bagaimana para penggarap kebun anggur itu sangat jahat. Sudah diterima sebagai penggarap, tetapi tidak tahu terimakasih. Para penggarap ini tidak hanya menolak tetapi juga membunuh anak tunggal pemilik kebun anggur ini.

Para penggarap ini adalah para imam dan ahli kitab orang-orang Yahudi yang telah dipilih oleh Allah. Namun mereka tidak hanya menolak para nabi sebagai utusan Allah, tetapi juga menolak Anak tunggal yakni Yesus Kristus. Nah para penggarap ini dengan terang-ternagn menolak, bahkan membunuh-Nya.

Berbicara tentang batu penjuru kadang dan dikaitkan dengan dasar bangunan seperti dalam Yesaya 28:16, sebagaimana batu penjuru yang adalah dasar seluruh bangunan yang menopang seluruh bangunan, demikian juga Kristus adalah penopang sekaligus yang menanggung seluruh beban bangunan rohani yaitu seluruh jemaat Tuhan. Sebagai batu penjuru, Yesus telah mempersatukan dan mengikat dua tembok supaya masing-masing tembok tidak jatuh dan supaya bangunan menjadi kokoh, demikian juga Kristus yang mempersatukan kedua pihak yaitu orang-orang bukan Yahudi menurut daging yang disebut orang-orang yang tidak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “bersunat” yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia yang disebut sebagai Yahudi secara daging telah diperdamaikan dalam satu tubuh dengan Bapa oleh salib Kristus (Efesus 2:11, 13-16) Batu penjuru sering dibuang tukang bangunan, demikian juga halnya dengan Yesus adalah pribadi yang ditolak dan disingkirkan oleh orang-orang Yahudi dengan cara menyalibkan Yesus di kayu salib. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita, demikian juga Kristus yang ditolak oleh bangsa-Nya sendiri karena dianggap menghina dan menghujat Allah dengan menyamakan diri-Nya dengan Allah, tetapi telah menjadi Tuhan dan juru selamat dunia bukan hanya untuk bangsa-Nya. Dan itu terjadi karena perbuatan ajaib Bapa yang dapat melakukan segala yang tidak mungkin menjadi mungkin. Batu Penjuru yaitu Yesus adalah batu yang mahal bagi orang yang percaya kepada-Nya (II Petrus 2:6), karena Yesus sudah mengorbankan segalanya, dengan meninggalkan kemulian-Nya, menjadi sama seperti manusia bahkan mati di kayu salib.

Gambaran Injil Markus hari ini menggambarkan bahwa Yesus yang telah dibuang oleh banyak orang sat ini, telah menyatukan seluruh jemaat-Nya sebagai kawanan dan satu gembala. Jadi, Firman Tuhan yang kita terima hari ini bahwa Yesus seharusnya menjadi pusat dari seluruh kehidupan, karena Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan dan berkat Rahmat-Nya, kia dipersatukan di dalam persekutuan para kudus.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘Gelar Yesus Kristus sebagai batu penjuru bagi bangunan rohani umat manusia’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1