Pengakuan Petrus tentang Yesus.

[su_dropcap size=”5″]P[/su_dropcap]engakuan Petrus tentang Yesus tentu saja mengejutkan banyak orang. Bagaimana mungkin Yesus yang adalah anak tukang kayu dan Maria ibu-Nya disebut sebagai Mesias,Anak Allah yang hidup. Peristiwa ini terjadi ketika Yesus mengajar banyak orang. Pada kesempatan itu Yesus ingin menguji para pendengar-Nya bagaimana pendapat mereka tentang Diri-Nya. Ternyata ada

Pintu kehidupan dan pintu kebinasaan.

[su_dropcap size=”5″]ADA[/su_dropcap]dua pilihan berkaitan dengan pilihan kehidupan kita, apakah memilih jalan keselamatan atau jalan kebinasaan. Sebenarnya pilihan itu sangat simpel dan mudah dijawab. Namun demikian nampaknya sulit bagi manusia. Kesulitan banyak orang termasuk kita-kita adalah karena pengaruh dunia yang makin membawa manusia pada kenikmatan dunia. Dunia telah memberikan kenyamanan kepada

Yesus sebagai kebijaksanaan Allah.

[su_dropcap size=”5″]S[/su_dropcap]ebagai kebijaksanaan Allah, Yesus merupkan pewahyuan sejati tentang Allah. Artinya, Allah itu adalah pribadi yang penuh dengan misteri, dan tak seorang pun dapat mengerti apalagi melihat Allah, maka dengan melihat, dan belajar dari Yesus, maka kita akan mengerti siapakah Allah itu. Banyak Firman yang mendukung pernyataan Allah, di antaranya

Membangun kekeluargaan Allah untuk menjadi sempurna

[su_dropcap size=”5″]M[/su_dropcap]e[su_dropcap size=”5″]D[/su_dropcap]embangun kekeluargaan Allah untuk menjadi sempurna merupakan suatu upaya menjadikan setiap orang sempurna di dalam hidupnya. Hukum Taurat pada prinsipnya juga untuk menjadikan seseorang itu baik. Ketika orang jahat dan baik menerima karunia Allah, maka hal ini berarti bahwa Allah dalam karunia-Nya tidak membedakan orang seorang entah dia

Balas dendam dan pengampunan.

[su_dropcap size=”5″]B[/su_dropcap]alas dendam dan pengampunan adalah dua hal yang saling bertentangan. Dalam Perjanjian Lama, suatu pemahaman tentang ‘mata ganti mata, atau gigi ganti gigi’ sangat berlaku pada waktu itu. Dengan kehadiran Yesus di dunia untuk menyelamatkan manusia sebagai citra-Nya, maka Yesus mau menyempurnakan hukum itu. Hukum itu pada mulanya wajar-wajar

Kedatangan Kristus adalah kegenapan Hukum Taurat.

[su_dropcap size=”5″]K[/su_dropcap]edatangan Kristus adalah kegenapan hukum Taurat. Hal ini seperti dikatakan oleh Yesus sendiri yang mengatakan: ” Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” (Mat 5:17). Oleh karena itu Firman hari ini mengajak kita membuka

Berbuat baik pada hari Sabat menjadi batu sandungan?

[su_dropcap size=”5″]B[/su_dropcap]erbuat baik pada hari sabat sering menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Mengapa demikian? Orang-orang ini adalah penjaga hukum Taurat Musa, di mana pada hari Sabat umat Yahudi dilarang untuk bekerja termasuk berbuat baikpun tidak boleh. Hari ini sesuai Injil Matius (Mat 12:13-16), bagaimana orang-orang Farisi

Kotbah di bukit sebagai pesan moral Yesus.

[su_dropcap size=”5″]K[/su_dropcap]otbah di bukit sebagai pesan moral Yesus tentang bagaimana memasuki Kerajaan Surga. Nama lain dari kotbah di bukit adalah tentang ‘sabda bahagia’. Sabda bahagia merupakan pesan moral bagaimana memasuki Kerajaan Surga. Banyak orang berpikir bahwa Kerajaan Surga adalah suatu keadaan di mana orang tidak lagi menderita, semuanya serba bahagia

Kecaman Yesus tentang kesesatan orang-orang Saduki.

[su_dropcap]K[/su_dropcap]ecaman Yesus tentang kesesatan orang-orang Saduki merupakan pedoman umat beriman tentang makna kebangkitan orang-orang mati pada akhir zaman nanti. Orang Saduki adalah komunitas orang Yahudi yang cukup rasionalis, walau pun pemahaman mereka tentang Kitab Suci itu relatif kolot, dalam arti bahwa mereka menyangkal berlakunya tradisi lisan, yang menurut pandangan orang

Jebakan pencobaan orang Farisi terhadap Yesus mengenai pajak

[su_dropcap]J[/su_dropcap]ebakan pencobaan orang Farisi terhadap Yesus mengenai pajak adalah suatu tindakan kemunafikan berpikir orang Farisi dan kelompok Herodian. Orang-orang ini terus menebar kebencian terhadap Yesus yang pengikut-Nya kian hari kian bertambah. Semula mereka memuji-muji Yesus sebagai orang baik dan jujur, tapi itu kemunafikan belaka. Sebenarnya mereka ingin mencobai Yesus tentang

Gelar Yesus Kristus sebagai batu penjuru bagi bangunan rohani umat manusia.

[su_dropcap]G[/su_dropcap]elar “Yesus Kristus sebagai batu penjuru bagi bangunan rohani umat manusia’telah disampaikan oleh Penginjil Markus (Mrk 12:1-12) hari ini. Injil Markus hari ini berbicara tentang perumpamaan mengenai penggarap-penggarap kebun anggur. Dalam perumpamaan itu dituliskan bagaimana para penggarap kebun anggur itu sangat jahat. Sudah diterima sebagai penggarap, tetapi tidak tahu terimakasih.

Bagaimanakah membalas kebaikan Tuhan?

[su_dropcap]B[/su_dropcap]agaimanakah membalas kebaikan Tuhan? Suatu pertanyaan yang membutuhkan permenungan yang dalam. Sebelum Yesus naik ke surga, Yesus sering kali menampakkan diri kepada para murid-Nya. Pada suatu saat, sesudah sarapan pagi Yesus berkata kepada Simon Petrus:” Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?”. Jawab Petrus kepada-Nya:”

Supaya mereka menjadi satu.

Doa Yesus hari ini adalah ‘ supaya mereka menjadi satu’. Kalau dunia sungguh melupakan doa, ternyata Yesus tidak denikian. Bahkan Yesus berdoa kepada Gereja-Nya. Karena melalui seluruh anggota Gereja, Nama Yesus dipermuliakan. Yesus pun mendoakan mereka yang percaya kepada-Nya dalam persatuannya dengan Yesus. Persatuan Yesus dengan mereka yang percaya kepada-Nya