Pengakuan Petrus tentang Yesus.

engakuan Petrus tentang Yesus tentu saja mengejutkan banyak orang. Bagaimana mungkin Yesus yang adalah anak tukang kayu dan Maria ibu-Nya disebut sebagai Mesias,Anak Allah yang hidup. Peristiwa ini terjadi ketika Yesus mengajar banyak orang. Pada kesempatan itu Yesus ingin menguji para pendengar-Nya bagaimana pendapat mereka tentang Diri-Nya. Ternyata ada berbagai

Pintu kehidupan dan pintu kebinasaan.

dua pilihan berkaitan dengan pilihan kehidupan kita, apakah memilih jalan keselamatan atau jalan kebinasaan. Sebenarnya pilihan itu sangat simpel dan mudah dijawab. Namun demikian nampaknya sulit bagi manusia. Kesulitan banyak orang termasuk kita-kita adalah karena pengaruh dunia yang makin membawa manusia pada kenikmatan dunia. Dunia telah memberikan kenyamanan kepada manusia

Yesus sebagai kebijaksanaan Allah.

ebagai kebijaksanaan Allah, Yesus merupkan pewahyuan sejati tentang Allah. Artinya, Allah itu adalah pribadi yang penuh dengan misteri, dan tak seorang pun dapat mengerti apalagi melihat Allah, maka dengan melihat, dan belajar dari Yesus, maka kita akan mengerti siapakah Allah itu. Banyak Firman yang mendukung pernyataan Allah, di antaranya sebagaimana

Balas dendam dan pengampunan.

alas dendam dan pengampunan adalah dua hal yang saling bertentangan. Dalam Perjanjian Lama, suatu pemahaman tentang ‘mata ganti mata, atau gigi ganti gigi’ sangat berlaku pada waktu itu. Dengan kehadiran Yesus di dunia untuk menyelamatkan manusia sebagai citra-Nya, maka Yesus mau menyempurnakan hukum itu. Hukum itu pada mulanya wajar-wajar saja,

Kotbah di bukit sebagai pesan moral Yesus.

otbah di bukit sebagai pesan moral Yesus tentang bagaimana memasuki Kerajaan Surga. Nama lain dari kotbah di bukit adalah tentang ‘sabda bahagia’. Sabda bahagia merupakan pesan moral bagaimana memasuki Kerajaan Surga. Banyak orang berpikir bahwa Kerajaan Surga adalah suatu keadaan di mana orang tidak lagi menderita, semuanya serba bahagia dengan

Gelar Yesus Kristus sebagai batu penjuru bagi bangunan rohani umat manusia.

elar “Yesus Kristus sebagai batu penjuru bagi bangunan rohani umat manusia’telah disampaikan oleh Penginjil Markus (Mrk 12:1-12) hari ini. Injil Markus hari ini berbicara tentang perumpamaan mengenai penggarap-penggarap kebun anggur. Dalam perumpamaan itu dituliskan bagaimana para penggarap kebun anggur itu sangat jahat. Sudah diterima sebagai penggarap, tetapi tidak tahu terimakasih.

Bagaimanakah membalas kebaikan Tuhan?

agaimanakah membalas kebaikan Tuhan? Suatu pertanyaan yang membutuhkan permenungan yang dalam. Sebelum Yesus naik ke surga, Yesus sering kali menampakkan diri kepada para murid-Nya. Pada suatu saat, sesudah sarapan pagi Yesus berkata kepada Simon Petrus:” Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?”. Jawab Petrus kepada-Nya:”

Supaya mereka menjadi satu.

Doa Yesus hari ini adalah ‘ supaya mereka menjadi satu’. Kalau dunia sungguh melupakan doa, ternyata Yesus tidak denikian. Bahkan Yesus berdoa kepada Gereja-Nya. Karena melalui seluruh anggota Gereja, Nama Yesus dipermuliakan. Yesus pun mendoakan mereka yang percaya kepada-Nya dalam persatuannya dengan Yesus. Persatuan Yesus dengan mereka yang percaya kepada-Nya