(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Di dalam dunia, kamu menderita penganiayaan.

Posted at 29 Mei, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Yesus dalam Injil Yohanes (Yoh 16:29-33) hari ini mengatakan bahwa di dalam dunia, kamu menderita penganiayaan. Firman ini menegaskan kepada kita bahwa dunia ini tidak aman, karena penguasa dunia terus berusaha agar dunia ini terus menjauhi kebaikan-kebaikan Tuhan.

Para murid Yesus adalah mereka yang mengikuti Yesus dan mencoba untuk melaksanakan ajaran-ajaran-Nya. Ajaran yang disampaikan oleh Yesus adalah ajaran kasih. Namun dunia menolak-Nya. Dunia tidak hanya menolak Yesus, tetapi juga menolak ajaran-Nya, bahkan membunuh-Nya. Jadi Yesus sudah menubuatkan bahwa para pengikut-Nya akan ditolak. Tidak hanya sekedar ditolak, tapi dikucilkan dan bahkan dibunuh. Yang sangat menakutkan adalah bahwa membunuh orang lain itu dianggap bakti kepada Allah. Tentu saja ungkapan ini bertentangan dengan ajaran Yesus tentang kasih baik itu mengasihi Alah secara totalitas mau pun mengasihi sesama seperti dirinya sendiri.

Nubuat Yesus itu nyata dari dulu, sekarang dan yang akan datang. Namun demikian, sebenarnya perbuatan penolakan itu berpangkal karena ketidakatahuan mereka, baik karena tidak tahu siapa itu Yesus dan tidak tahu siapa itu Bapa-Nya. Yang penting di sini adalah dibutuhkannya keterbukaan hati dan pikiran. Orang yang tidak mau membuka hati dan pikiran adalah mereka yang degil hatinya. Ibarat pepatah, mereka ini ibaratnya seperti katak di bawah tempurung. Dapat membayangkan orang-orang itu mempunyai pikiran yang sangat kerdil. Tentu saja orang-orang seperti ini mengalami pendangkalan pemikiran, karena dunianya sangat sempit.

Hal yang sangat menggembirakan kita semua antara lain adalah bahwa apabila kita terus bertekun dan bersatu dengan rahmat Tuhan, walau secara phisik kita mengalami penganiayaan, namun kita akan dikuatkan. Oleh karena itu Yesus menasehatkan agar kita tetap setia dan bersatu dengan Kristus. Karena melalui persatuan itu, kita akan mengalami damai sejahtera.

Damai sejahtera yang kita alami hanya ada dalam persatuan dengan Yesus. Persatuan itu akan terjadi apabila hidup kita berpusatkan kepada Kristus, dan sabdanya menjadi sumber inspirasi dan pegangan hidup kita.

Dalam kehidupan ini, kita diminta untuk mencari kedalamain di tengah dunia yang kian hari kian mencemaskan banyak orang. Namun kita diminta untuk tidak takut menghadapi semuanya, apabila kita bersatu dengan Kristus, walau kita harus menderita di dunia. Hanya dengan Kristuslah, kita mengalami damai sejahtera.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘Di dalam dunia, kamu menderita penganiayaan’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1