(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Bagaimanakah menghasilkan buah yang berlimpah?

Posted at 19 Mei, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Bagaimanakah menghasilkan buah yang berlimpah? Pasti banyak orang yang tertarik untuk menjadi orang yang sukses, dan dengan harta kekayaan yang berlimpah. Barangkali hampir setiap orang mengharapkan keberhasilan ini. Tentu saja hal ini berbeda dengan pandangan Yesus Tuhan. Pandangan orang dunia, ukuran sukses adalah kekayaaan yang besar dan segala keberhasilan dunia lainnya. Sedangkan konsep keberhasilan menurut Yesus tindak dapat diukur secara matematis atau secara dunia. Keberhasilan menurut Yesus adalah suatu sukses menurut ukuran surgawi apabila setiap orang saling mengasihi satu sama lain. Dan ini juga merupakan perintah baru untuk setiap pengikut-Nya.

Injil Yohanes (Yoh 15:12-17) hari ini mengungkap bagaimana menjadi murid Yesus dan menghasilkan buah yang berlimpah. Untuk itu Yesus telah memberikan perintah kepada para murid-Nya agar mereka saling mengasihi satu sama lain. Dan ini merupakan perintah baru kepada mereka agar berbuah banyak. Pertama-tama yang harus dilakukan agar berbuah banyak antara lain mereka harus tinggal bersama Gurunya. Tinggal di sini dimaksudkan agar mereka terus bersatu dengan Dia. Karena tanpa persatuan dengan Diri Yesus, mereka tidak akan berbuah. Mereka tidak akan berbuah dari dirinya sendiri. Dengan demikian persatuan itulah yang menjadikan mereka nantinya berbuah banyak. Di dalam persatuan itu, mereka akan memperoleh damai sukacita, yang dibutuhkan dalam pewartaan mereka.

Sekiranya hidup kita berbuah banyak, maka derajat kita diubah menjadi sahabat Yesus, dan bukan sebagai seorang hamba. Dan lebih dari itu kita menjadi murid-murid-Nya yang sejati. Namun semuanya tergantung kepada Yesus Tuhan. Karena Dia mengatakan: ” Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam Nama-Ku, diberikannya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang terhadap yang lain< /strong>”. Di sinilah letaknya di mana kita ini sangat tergantung kepada Tuhan. Kita tidak punyai nilai apa-apa di mata Tuhan. Artinya kita tidak usah macam-macam, percaya saja. Kita ini hanya diminta untuk setia kepada-Nya, dan hidup kita baik melalui perjalanan hidup kasih antar sesama dan mengasihi Tuhan secara totalitas. Dengan cara ini, maka derajat kita diubah untuk menjadi murid yang bakti dan menghasilkan buah yang berlimpah.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘ bagaimanakah menghasilkan buah yang berlimpah’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1