(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Dalam Yesus, kita memiliki sukacita penuh.

Posted at 18 May, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Benarkah dalam Yesus, kita memiliki sukacita penuh? Kembali sebuah pertanyaan yang cukup menggelitik hidup kita. Sekiranya pertanyaan ini benar, mengapa banyak orang menolak membenci dan menolak Yesus. Bagi yang menerima Yesus, mereka mencintai Yesus, tentu saja Yesus adalah sosok yang sangat berbeda dengan sosok manusia yang lain. Bahkan lebih dari itu. Yesus bukan sekedar sosok manusia yang hebat, tetapi Ia adalah Tuhan sendiri yang menjelma menjadi manusia. Tentang Yesus sebagai Tuhan, inilah pangkal persoalannya. Banyak orang menolak-Nya bahwa Yesus itu Tuhan. Dari mana dalilnya bahwa Ia itu Tuhan. Mereka selalu berargumen bahwa tak satu ayatpun dalam Kitab Suci bahwa Yesus itu adalah Tuhan. Bahkan banyak para penolak Yesus yang tegas menolak ke-Ilahian Yesus. Mereka bahkan hanya melihat dengan sebelah mata bagaimana mungkin bahwa Yesus itu adalah Tuhan. Bukankah Yesus itu hanyalah Anak tukang kayu yang bernama Yusup dan isterinya bernama Maria, dan tinggal di suatu kota kecil Nazareth. Bagaimana mungkin di kota sekecil ini akan terlahir seorang manusia yang disebut Tuhan Allah. Bagi yang menolak Yesus, mereka ini hanya sekedar mendengar tapi tidak pernah ada niatan untuk mengkaji yang lebih dalam. Seharusnya sebelum memutuskan menolak ada kajian terlebih dahulu, baru kemudian mengambil keputusan untuk menolak-Nya. Alasan lain penolakan terkadang juga tidak jelas. Jadi banyak sebab mengapa banyak orang menolak Yesus.

Inilah pikiran-pikiran sombong manusia yang cenderung merendahkan sesamanya. Yang dilihat hanyalah yang nampak luarnya saja. Jarang manusia melihat dan berpikir lebih dalam tentang orang lain, terlebih tentang Yesus seorang Anak Manusia yang luar biasa. Ajaran-Nya luar biasa. Praktek hidup-Nya tiada dua. Semua perbuatan dan ajaran-Nya mengatasi segala perbuatan dunia.

Penolakan Yesus pada umumnya karena mereka tidak tahu, tidak pernah tahu, atau dengan terang-terangan menolak apa pun yang berbau Yesus. Dalam jaman ini, penolakan Yesus makin kuat, karena baik ajaran dan perbuatan Yesus sangat tidak sesuai dengan ajakan dunia. Sementara itu, mereka umumnya tidak tahu siapa penguasa dunia itu? Bagi mereka yang menyangkal Yesus, karena mereka lebih mencintai dunia dengan segala isinya. Dan penguasa dunia ini adalah Iblis.

Injil Yohanes (Yoh 15:9-11) hari ini mengajar kita bagaimana kita memiliki sukacita penuh. Ternyata dalam Dia, kita dapat memperolehnya secara penuh. Kata-kata Yesus itu antara lain sbb:

Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu, tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh

Dari Firman yang baru saja kita dengar, maka kita sungguh bahagia memiliki Tuhan yang selalu memberikan damai sejahtera baik selama masih di dunia ini, mau pun pada masa yang akan datang di dalam Kerajaan Surga. Semuanya akan dapat memiliki sukacita yang penuh apabila kita melaksanakn perintah-Nya dengan tulus hati. Inilah janji Yesus Tuhan kepada siapa saja yang percaya dan melaksanakan perintah-Nya. Tentu bagi menolak-Nya tidak ada masalah. Yesus sendiri tidak akan marah kepada mereka ini. Hanya saja konsekuensinya adalah bahwa mereka nanti akan dihukum oleh perbuatan-Nya, apalagi sekiranya menolak Yesus dengan sengaja. Maka bagi mereka ini tidak ada ampun baginya keculai mereka pada akhirnya bertobat. Karena dengan pertobatan itu, maka pangkal keselamatannya dipulihkan.

Sebagai umat beriman yang mencintai Yesus, mari kita arahkan hati dan pikiran kepada Yesus yang selalu mencurahkan damai sukacita, agar kita dapat memiliki kebahagian penuh bersama-Nya baik di dunia ini maupun di Kerajaan Surga yang datang.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘Dalam Yesus, kita memiliki sukacita penuh’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1