(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Kapan Tuhan akan mengabulkan permohonan kita?

Posted at 17 Mei, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Kapan Tuhan akan mengabulkan permohonan kita? Barangkali dengan pertanyaan ini, orang akan bertanya-tanya, apakah benar membutuhkan prasyarat untu terkabulnya sebuah permohonan kita?

Injil Yohanes (Yoh 15:1-8) hari ini menegaskan kepada kita bahwa Tuhan meminta prasarat untuk terkabulnya sebuah permohonan. Apa saja persaratan itu? Dalam Injil Yohanes (Yoh 15:7), Yesus mengatakan:”Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan Firman-Ku di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan akan menerimanya”. Dari Firman ini, Yesus cuma minta agar Yesus boleh tinggal di dalam kita melalui Firman-Nya, dan dengan Firman itu kita akan bersama Yesus. Dengan kata lain, hidup kit harus berpusat pada diri Yesus. Iman kita harus kita tumbuh kembangkan di dalam Diri Yesus.

Nampaknya semuanya membutuhkn suatau proses yang terus menerus tiada henti. Tuhan menghendaki agar kita semua percaya sepenuhnya kepada penyelenggaraan Ilahi, bahwa segala sesuatunya itu berasal dari Dia. Kita ini ibarat robot yang berkehendak bebas. Kita diminta percaya sepenuhnya kepada-Nya.

Kalau kita lihat lebih jauh dan dalam, sejarah keselamatan umat manusia melalui bangsa pilihan Tuhan yakni bangsa Israel. Dalam sejarah itu nyata sekali bagaimana bangsa Israel jatuh bangun dalam membina relasi dengan Tuhan. Dalam sejarah itu nyata sekali bagaimana para pemimpin Israel jatuh bangun dalam memimpin umat-Nya. Salah satu raja Israel yang paling diberkati di antaraya adalah raja Daud. Ia memerintah cukup lama bakhan
sampai puluhan tahun. Keberhasilan ini tak lepas dari ketaatan dan kesetiaan Daud kepada Allah. Oleh karena itu Daud selalu menang dalam peperangannya dengan bangsa-bangsa kafir yang tidak mengenal Allah. Keberhasilan ini tentu saja karena Daud setia kepada Allah, dan ia selalu bakti kepada-Nya. Oleh karena itu, Daud sungguh raja yang paling terberkati. Bahkan dari keturunan Daudlah, terlahir Juru Selamat manusia yakni Yesus Kristus.

Kembali pada Injil Yohanes hari ini, dikatakan bahwa kita ini adalah ranting-ranting dari suatu pohon. Ranting ini tidak akan berbuah kalau ranting itu tidak melekat pada pokoknya. Ranting yang bersatu dengan pokoknya akan berbuah banyak. Pokok itu adalah Yesus sendiri. Jadi kalau hidup kita tidak bersama atau tidak bersatu dengan pokoknya, maka ranting itu tidak akan berbuah. Ranting yang berbuah pun harus dibersihkan. Maksudnya agar buahnya lebat dan makin berbuah banyak. Pembersihan diri itu melalui rekonsiliasi dan pertobatan. Dengan demikian, maka Bapa di surga makin dimuliakan.

Dari ungkapan di atas, ternyata Tuhan hanya mengisaratkan agar kita sebagai umat beriman setia kepada-Nya. Setia dalam arti mendengarkan dan melaksanakan perintah Tuhan. Yang semuanya itu kalau dirangkum melalui satu kata yakni kasih. Mengasihi Allah secara totalitas, dan mengasihi sesama seperti dirinya sendiri. Dalam mengasihi sesama khususnya yang terpinggirkan, Tuhan sungguh hadir.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘kapan Tuhan mengabulkan permohonan kita?’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1