(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Siapakah yang disebut mengasihi Allah?

Posted at 15 Mei, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Siapakah yang disebut mengasihi Allah? Sebuah pertanyaan menggelitik yang memerlukan sebuah permenungan? Dalam hidup nyata sehari-hari, kita sering mendengar banyak orang menyebut Nama Allah Yang Mahabesar. Tapi ternyata antara perkataan dan perbuatannya tidak sejalan. Banyak orang menyebut Nama Allah, tapi hidupnya penuh dengan kebencian, iri hati, kesombongan, keserakahan, kemalasan, dll. Bukankah dalam 10 perintah Allah disebutkan bahwa kita harus menyebut Nama Allah dengan pantas?Bukankah Allah itu adakah kasih.

Injil Yohanes (Yoh 14:21-26) hari ini bagaimana Yesus berbicara hukum cintakasih. Hukum ini berlaku universal bagi setiap orang. Artinya hukum ini mengikat siapa saja yang sungguh-sungguh mau melaksanakan perintah Tuhan yakni Hkum Kasih. Namun demikian banyak orang yang menolaknya, karena hatinya terus tertutup. Mereka ini lebih mencintai kegelapan dari pada terang. Karena dalam kegelapan itu, mereka ingin agar perbuatannya tidak diketahui oleh orang lain. Orang seperti ini lupa bahwa Allah yang tersembunyi dapat melihat apa saja yang kita lakukan baik dalam terang atau pun gelap. Kemahakuasaan Allah yang luar biasa ini tentu saja tidak dapat diukur oleh otak manusia sebagai ciptaan-Nya. Tetapi karena manusia selalu bersikap sombong, maka Allah pun dinistakan, tetapi tidak merasa diri mereka telah menistakan Nama Allah.

Pertanyaan ‘Siapakah yang disebut mengasihi Allah’, Yesus menjawabnya:” Siapa saja yang memegang perintah-Ku dan melaksanakannya, dialah yang mengasihi Aku. Siapa saja yang mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun mengasihi dia dan akan menyatakan Diri-Ku keoadanya“. Ketika Yudas (bukan Iskariot) berkata kepada Yesus:” Tuhan, apa sebabnya Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?”. Yesus pun mennjawab: Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti Firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan tinggal bersama-sama dengan dia“. Sebaliknya bagi mereka yang menolak dan tidak mengasihi-Nya, maka ia (mereka) juga tidak akan menuruti Firman-Nya. Bahkan mereka ini nanatinya akan dihukum. Bagaimana bentuk hukumannya hanya Tuhanlah yang tahu.

Firman di atas sangat jelas bagi kita sebagai umat beriman, bahwa yang pertama-tama harus kita perbuat dalam hidup ini bagaimana kita mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Oleh karena itu Yesus juga mengatakan bahwa tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seseorang yang menyerahkan nyawanya demi keselamatan sahabat-sahabatnya. Dan inilah kasih Yesus yang rela menyerahkan seluruh hidup-Nya demi keselamatan umat manusia. Dalam sejarah keselamatan umat manusia, hanya Yesus lah yang dapat memberikan keteladanan-Nya melalui Firman-Nya yang telah disampaikan kepada kita.

Yesus telah memberikan perintah baru yakni hukum kasih di mana kita harus mengasihi Allah secara totalitas, dan mengasihi sesama seperti dirinya sendiri. Hukum ini mengatasi segala hukum positif yang berlaku di dunia. Dengan kata lain, hukum kasih ini tidak pernah bertentangan dengan hukum-hukum di dunia dan bahkan hukum ini mengatasi segala hukum di dunia.

Dari gambaran di atas jelas bahwa mengasihi Allah dan mengasihi sesama sangat berarti di mata Tuhan.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang’ siapakah yang disebut mengasihi Allah’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1