(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Yesus sebagai pintu masuk kandang domba.

Posted at 8 May, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Yesus sebagai pintu masuk kandang domba merupakan gelar yang dinyatakan-Nya sendiri. Ada sejumlah gelar atau bahkan begitu banyak gelar yang disandang oleh Yesus. Gelar-gelar itu antara lain ‘Yesus sebagai pokok anggur yang benar, sebagai gembala, sebagai terang, sebagai garam, sebagai pintu masuk kandang domba, dan lain-lain’. Semuanya itu dimaksudkan bahwa Yesus adalah sosok manusia yang penuh tanggungjawab. Sebagai tanggung jawabnya, Ia berani mengurbankan Dirinya demi keselamatan orang banyak. Tidak ada sosok manusia yang begitu banyak memiliki gelar, sekaligus mempunyai tanggungjawab yang total. Itu adalah gelar-Nya sebagai manusia. Tapi yang pasti Yesus bukan hanya sebagai sosok manusia biasa, tetapi juga Ia adalah Allah yang mempunyai kuasa atas seluruh kehidupan dunia dan segala isinya. Hal yang terakhir inilah yang menjadi pertentangan satu sama lain di antara segala ciptaan-Nya.

Kalau kita bicara Yesus sebagai pintu masuk kandang domba sebagaimana ditulis oleh Penginjil Yohanes (Yoh 10:11-18) hari ini menggambarkan Yesus adalah seorang penjaga yang baik. Ia mengenal domba-domba-Nya dengan baik, demikian domba-domba-Nya mengenal suara Gembala-Nya. Bahkan Yesus juga menyatakan:” Aku juga mempunyai domba-domba yang lain yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengar suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala”.

Sebagai gembala yang baik dan sekaligus penjaga pintu masuk, Ia akan memelihara domba-dombanya dengan baik, bahkan Ia tidak rela kalau ada dombanya dicuri. Tentang pencuri ini Yesus menyatakan bahwa pencuri-pencuri ini hanya merusak dan tidak bertanggung jawab atas keselamatan domba-domba itu.

Tugas penggembalaan ini diberikan Bapa kepada Yesus untuk terus memelihara domba-domba-Nya agar mereka tetap dalam satu kawanan. Sebagai gembala yang baik, Yesus bertanggungjawab dan bahkan Ia rela berkurban demi keselamatan domba-domba-Nya.

Gelar-gelar di atas layak diberikan kepada Yesus, yang juga Tuhan kita. Mengapa? Karena Ia sungguh manusia tetapi sungguh-sungguh Allah. Sebagai Tuhan Allah, Ia memelihara semua orang, dan Ia juga memberikan kebutuhan manusia tanpa membedakan mereka jahat atau mereka itu baik. Yesus tidak pilih kasih dalam mencukupi kebutuhan manusia.

Sebagai orang beriman dalam kaitannya dengan hal-hal di atas, dapat dikatakan bahwa menerima Yesus akan mengalami keselamatan dan hidup kekal, dan bagi yang menolak, maka mereka akan dihukum. Bagaimana bentuk hukumannya Tuhan sendiri yang tahu. Namun sudah disebutkan di atas bahwa Yesus juga mempunyai domba-domba yang berada di luar kandang-Nya. Ia bertanggungjawab atas domba-domba itu, tetapi sekiranya tetap menolak, maka tidak ada keselamatan dan bahkan mereka akan dihukum. Hukuman itu bisa terjadi sewaktu di dunia atau pun setelah tidak lagi hidup di dunia ini.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini tentang ‘Yesus sebagai pintu masuk kandang domba’, Tuhan memberkati.-***

n







UA-43404914-1