(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Jalan kepada Allah sebagai jalan penderitaan.

Posted at 3 Mei, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Jalan kepada Allah sebagai jalan penderitaan. Melalui kehinaaan itulah maka kemenangan akan diraih. Mungkin ungkapan ini tidak masuk akal bagi manusia dan sangat bertentangan dengan akal sehat. Tak seorang pun menerima bahwa kemenangan itu harus didapat melalui kehinaan,

Dalam Injil Yohanes (Yoh 14:6-14) betapa Yohanes melukiskan jalan yang harus ditempuh oleh setiap manusia untuk memperoleh kehidupan kekal. Ternyata sulit memahami Firman Yesus bahwa Diri-Nya adalah jalan, kebenaran dan hidup. Tak seorang pun dapat datang kepada Bapa tanpa melalui Diri-Nya (Yoh 14:6). Firman itu sulit diterima oleh banyak orang, dan bahkan menimbulkan banyak pertentangan, tidak hanya di antara para murid Yesus sendiri tetapi juga orang banyak. Salah seorang murid Yesus yakni Filipus sampai saat-saat terakhir masih belum mampu atau ragu tentang Allah sebagai Bapa-Nya. Yesus pun menanggapi sikap Filipus dengan mengatakan:

Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata : tunjukkanlah Bapa itu kepada kami! Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari Diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang tinggal di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya“.

Jika membaca atau merenungkan Firman ini sangat jelas bahwa Yesus dan Bapa-Nya adalah satu. Bahkan Yesus menegaskan kembali sekiranya orang masih tidak percaya kepada-Nya, tapi paling tidak percaya akan karya-karya-Nya yang luar biasa, yang tidak dilakukan oleh para nabi atau orang-orang pilihan sebelumnya.

Sementara itu teguran Filipus itu juga merupakan teguran kepada kita serta banyak orang betapa degil hatinya mereka ini. Orang Farisi dan ahli Taurat sangat tidak percaya akan karya Yesus, bahkan mereka ini terus mencari kesalahan dari Yesus, dan ingin segera membunuh-Nya.

Mengikuti atau menjalankan suatu kebenaran sangat sulit diterima oleh akal sehat manusia. Di antara kita banyak orang pintar, tetapi kalau sudah sampai pada suatu titik kebenaran, tidak mudah menerimanya dan bahkan mereka cenderung menolak-Nya.

Ketika Yesus mengatakan bahwa jalan kepada Allah sebagai jelan penderitaan (via dolorosa), dimaksudkan untuk mencapai jalan kesempurnaan menuju kepada Allah itu sangat sulit. Saking sulitnya dibutuhkan suatu pengurbanan diri , suatu perjuangan yang tidak mudah, Bahkan harus melalui jelan penderitaan. Jadi untuk memperoleh kemenangan dalam hidup ini menuju kepada kesempurnaan hidup harus memikul salib dan penyangkalan diri. Jika kita semua sukses melaluinya, maka jalan kemenangan untuk memasuki Kerajaan Surga dapat diraihnya.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘ Jalan kepada Allah sebagai jalan penderitaan’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1