(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Roti surgawi adalah Kristus sendiri.

Posted at 2 May, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Roti surgawi adalah Kristus sendiri. Tentu saja ungkapan di atas akan menimbulkan banyak pertentangan di antara banyak orang. Bagaimana mungkin Kristus adalah roti surgawi yang turun dari surga. Orang dunia pasti menolak ungkapan itu. Tentu saja ungkapan di atas memberi makna rohani yang dalam. Kita-kita harus pandai pahami bahwa Kristus sebagai roti surgawi adalah sabda-Nya yang memberi kehidupan bagi orang yang percaya. Sabda Yesus memberikan inspirasi serta pegangan hidup. Bagi orang yang percaya, maka sabda Yesus yang dikenal sebagai Firman Allah merupakan sabda yang memberikan makna hidup bagi banyak orang. Sebagai orang dunia tentu sulit memaknai bahwa Yesus sebagai roti surgawi.

Kita memahami bahwa roti adalah makanan pokok bagi banyak orang. Sebagai makanan yang pokok, maka roti merupakan kebutuhan hidup sehari-hari yang terus dicari dan dicari agar manusia tidak kelaparan lagi.

Sabda Yesus adalah Firman yang terus menghidupi banyak orang. Sabda Yesus itu hidup sehingga setiap orang terus menggali sabda Yesus. Kita dapatkan sabda yang hidup itu saat ini bisa ditemukan di dalam Kitab Suci. Kitab Suci merupakan kumpulan sabda Tuhan dari dahulu sampai saat ini, sehingga kalau tidak ada Kitab Suci, betapa sulitnya orang jaman ini untuk dapat memahami sabda Tuhan.

Kalau dahulu Allah telah memilih bangsa Israel sebagai model karya penyelamatan-Nya, namun sekarang model itu tidak berlaku. Karya penyelamatan itu saat ini diwartakan oleh Gereja Kristus yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Namun demikian, masih banyak yang menolak Sabda Yesus sebagai makanan rohani yang dapat membawa kepada kebahagiaan surgawi. Tapi jangan salah sangka bahwa tidak sedikit yang menolak sabda Yesus atau Yesus sendiri. Orang-orang seperti ini tidak beda jauh dengan pemahaman orang-orang Farisi atau ahli Kitab pada jaman Musa. Di dalam Kitab Taurat Musa, bagaimana Allah sangat berperan dalam kehidupan bangsa Israel. Walau mereka telah dipilih oleh Allah secara khusus, namun demikian tidak selamanya taat kepada Allah. Oleh karena itu betapa Allah terkadang marah terhadap para pemimpin mereka, karena tidak sedikit yang menolak perintah Allah, yang pada akhirnya mereka dihukum.

Dalam Perjanjian Baru, digambarkan bahwa Allah itu bukan seorang pemurka, tetapi Allah yang penuh dengan kasih dan kelemahlembutan, yang terus mencintai umat-Nya. Perbuatan-perbuatan kasih pun juga ditolak oleh dunia. Yang akhirnya Yesus sebagai gambar Allah, atau bahkan sebagai Allah sendiri mau menyatakan sebagai jalan, kebenaran dan hidup. Orang tidak akan sampai kepada Allah, kalau tidak melalui Diri-Nya (Yoh 14:6).

Jika Kristus digambarkan sebagai roti surgawi yang turun dari surga, maka hal ini harus dimaknai bahwa Kristus adalah jelan, kebenaran dan hidup. Hanya melalui Dialah orang akan diselamatkan dan dapat memasuki Kerajaan Allah.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini tentang ‘Roti surgawi adalah Kristus sendiri’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1