Bagaimanakah kita mengenal Allah yang benar?

[su_dropcap]B[/su_dropcap]agaimanakah kita mengenal Allah yang benar adalah sebuah pertanyaan yang menarik? Apakah ada Allah lain yang tidak benar? Atau Allah yang palsu? Injil Yohanes (Yoh 17:1-11a) hari ini bagaimana menjelaskan tentang Allah yang benar, yakni Allah yang memberikan kehidupan kekal. Tentang hal ini Yesus mengatakan: ” Inilah hidup yang kekal,

Di dalam dunia, kamu menderita penganiayaan.

[su_dropcap]Y[/su_dropcap]esus dalam Injil Yohanes (Yoh 16:29-33) hari ini mengatakan bahwa di dalam dunia, kamu menderita penganiayaan. Firman ini menegaskan kepada kita bahwa dunia ini tidak aman, karena penguasa dunia terus berusaha agar dunia ini terus menjauhi kebaikan-kebaikan Tuhan. Para murid Yesus adalah mereka yang mengikuti Yesus dan mencoba untuk melaksanakan

Bagaimanakah menghasilkan buah yang berlimpah?

[su_dropcap]B[/su_dropcap]agaimanakah menghasilkan buah yang berlimpah? Pasti banyak orang yang tertarik untuk menjadi orang yang sukses, dan dengan harta kekayaan yang berlimpah. Barangkali hampir setiap orang mengharapkan keberhasilan ini. Tentu saja hal ini berbeda dengan pandangan Yesus Tuhan. Pandangan orang dunia, ukuran sukses adalah kekayaaan yang besar dan segala keberhasilan dunia

Dalam Yesus, kita memiliki sukacita penuh.

[su_dropcap]B[/su_dropcap]enarkah dalam Yesus, kita memiliki sukacita penuh? Kembali sebuah pertanyaan yang cukup menggelitik hidup kita. Sekiranya pertanyaan ini benar, mengapa banyak orang menolak membenci dan menolak Yesus. Bagi yang menerima Yesus, mereka mencintai Yesus, tentu saja Yesus adalah sosok yang sangat berbeda dengan sosok manusia yang lain. Bahkan lebih dari

Kapan Tuhan akan mengabulkan permohonan kita?

[su_dropcap]K[/su_dropcap]apan Tuhan akan mengabulkan permohonan kita? Barangkali dengan pertanyaan ini, orang akan bertanya-tanya, apakah benar membutuhkan prasyarat untu terkabulnya sebuah permohonan kita? Injil Yohanes (Yoh 15:1-8) hari ini menegaskan kepada kita bahwa Tuhan meminta prasarat untuk terkabulnya sebuah permohonan. Apa saja persaratan itu? Dalam Injil Yohanes (Yoh 15:7), Yesus mengatakan:”Jikalau

Siapakah yang disebut mengasihi Allah?

[su_dropcap]S[/su_dropcap]iapakah yang disebut mengasihi Allah? Sebuah pertanyaan menggelitik yang memerlukan sebuah permenungan? Dalam hidup nyata sehari-hari, kita sering mendengar banyak orang menyebut Nama Allah Yang Mahabesar. Tapi ternyata antara perkataan dan perbuatannya tidak sejalan. Banyak orang menyebut Nama Allah, tapi hidupnya penuh dengan kebencian, iri hati, kesombongan, keserakahan, kemalasan, dll.

Yesus datang sebagai Sang Pembawa Terang.

[su_dropcap]Y[/su_dropcap]esus datang sebagai Sang Pembawa Terang, atau Yesus itu Sang Terang sendiri yang telah hadir di tengah kita. Sebagai pembawa terang, I akan menyinari duniq. Tqpi sangat disayangkan, banyak orang menolak-Nya. Banyak orang lebih suka tinggal di dalam kegelapan, termasuk di dalam kegelapan hati. Mereka pikir bahwa dengan tinggal di

Karya Yesus merupakan kesaksian pekerjaan-pekerjaan Allah.

[su_dropcap]K[/su_dropcap]arya Yesus merupakan kesaksian pekerjaan-pekerjaan Allah. Selama Yesus berkarya di dunia, ada begitu banyak karya-Nya. Karya-Nya ini merupakan kesaksian pekerjaan-pekerjaan Allah. Ada beberapa contoh tentang karya Allah, seperti hal pengampunan dosa, membangkitkan orang mati, menyembuhkan orang buta dan lumpuh, mengusir roh-roh jahat. Beberapa contoh karya Allah itu mewahyukan bahwa Yesus

Yesus sebagai pintu masuk kandang domba.

[su_dropcap]Y[/su_dropcap]esus sebagai pintu masuk kandang domba merupakan gelar yang dinyatakan-Nya sendiri. Ada sejumlah gelar atau bahkan begitu banyak gelar yang disandang oleh Yesus. Gelar-gelar itu antara lain ‘Yesus sebagai pokok anggur yang benar, sebagai gembala, sebagai terang, sebagai garam, sebagai pintu masuk kandang domba, dan lain-lain’. Semuanya itu dimaksudkan bahwa

Jalan kepada Allah sebagai jalan penderitaan.

[su_dropcap style=”flat” size=”5″]J[/su_dropcap]alan kepada Allah sebagai jalan penderitaan. Melalui kehinaaan itulah maka kemenangan akan diraih. Mungkin ungkapan ini tidak masuk akal bagi manusia dan sangat bertentangan dengan akal sehat. Tak seorang pun menerima bahwa kemenangan itu harus didapat melalui kehinaan, Dalam Injil Yohanes (Yoh 14:6-14) betapa Yohanes melukiskan jalan yang

Roti surgawi adalah Kristus sendiri.

[su_dropcap style=”flat” size=”5″]R[/su_dropcap]oti surgawi adalah Kristus sendiri. Tentu saja ungkapan di atas akan menimbulkan banyak pertentangan di antara banyak orang. Bagaimana mungkin Kristus adalah roti surgawi yang turun dari surga. Orang dunia pasti menolak ungkapan itu. Tentu saja ungkapan di atas memberi makna rohani yang dalam. Kita-kita harus pandai pahami