(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Orang banyak ingin menjadikan Yesus seorang raja.

Posted at 28 April, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Orang banyak ingin menjadikan Yesus seorang raja. Ini adalah sebuah pemikiran praktis manusia. Mereka melihat dan menyakasikan sendiri bagaimana Yesus telah mengadakan mukjizat yang luar biasa dengan menggandakan 5 roti dan 2 ikan yang mampu mengenyangkan lebih dari 5000 orang. Dari sisi pikiran manusia, tentu apa yang dikerjakan oleh Yesus bukan perbuatan manusia, tetapi lebih dari seorang nabi. Jadi wajarlah kalau orang banyak ingin menjadikan Yesus sebagai seorang raja.

Injil Yohanes (Yoh 6:1-15) hari ini membuka mata dan hati kita, bahwa sejak awal Yesus sudah memberikan pengajaran kepada murid-Nya tentang perayaan Ekaristi. Peristiwa ini didapatkan dalam keempat penginjil, dan inilah mukjizat Yesus satu-satunya yang dicatat dalam keempat penginjil. Ada kemungkinan jemaat Kristen Perdana menganggap penggandaan roti ini sebagai pralambang Ekaristi. Dan memang, tindakan dan kata-kata Yesus terhadap roti ketika itu kemudian dilanjutkan oleh para imam dengan melakukan tindakan dan kata-kata Yesus dalam perayaan Ekaristi.

Dalam Injil Yohanes (Yoh 6:11), disebutkan :” Yesus mengambil, mengucap syukur dan membagikan. Bahasa Yunani untuk bersyukur adalah eucharisteo, yang menjadi akar kata Ekaristi. Apa yang dikerjakan oleh Yesus merupakan tanda (mukjizat) yang menunjuk Yesus sebagai roti kehidupan, terutama dalam Ekaristi. Atas dasar itu pula maka orang banyak bereaksi bahwa Yesus adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia. Hal ini menunjuk pula kepada nabi Musa yang diharapkan kedatangannya pada hari terakhir.

Yesus adalah Musa baru yang mampu memberi makan kepada banyak orang. Demikian pula Musa melakukan yang sama di padang guru dengan mannanya.

Mukjizat 5 roti dan 2 ikan memang sangat populer di antara umat beriman. Jadi ketika Yesus mau dijadikan raja oleh orang banyak sangat wajar. Karena pada masa itu, orang Israel berada di bawah kekuasaan Romawi, sehingga mereka ini sangat rindu akan seorang pemimpin yang dapat mengusir penjajah. Tetapi harapan mereka keliru, dan hal ini menjadikan mereka kecewa berat. Yesus bukan menjadi nabi atau raja dunia, tetapi Ia adalah Guru dan Tokoh Spiritual bagi banyak orang. Bahkan bukan hanya sekedar tokoh, tetapi Ia adalah Tuhan Allah yang merendahkan diri sebagai seorang hamba dan memberikan pengajaran kepada dunia untuk hidup sebagai orang baik. Ia sendiri menegaskan sebagai jalan, kebenaran dan hidup. Hal ini Dia pertaruhkan dengan mengurbankan seluruh hidup-Nya dengan mengikuti kehendak bapa-Nya di surga. Yesus telah membuka mata kepada dunia dengan hukum kasih-Nya, walau hal itu juga ditolak oleh sebagaian besar orang jaman ini.

Oleh karena itu iman kita mengatakan bahwa Yesus tidak hanya sebagai Nabi atau Raja, Dialah Tuhan yang hidup yang kini bertahta di dalam Kerajaan Surga. Di tempat ini, Ia menyediakan banyak tempat bagi mereka yang percaya. Dan Ia akan menghukum mereka yang menolak-Nya.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘Orang banyak akan menjadikan Yesus seorang raja’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1